Wajah Baru Pengobatan Kanker Payudara Tingkatkan Peluang Kesembuhan
Ilustrasi peduli kanker payudara.(FREEPIK)
18:36
15 Januari 2026

Wajah Baru Pengobatan Kanker Payudara Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Kemajuan dalam pengobatan kanker payudara dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara dokter menangani penyakit ini. 

Pendekatan yang semakin presisi dan personal memungkinkan terapi disesuaikan dengan karakteristik biologis tumor dan respons pasien, bukan hanya usia atau stadium penyakit. 

Clinical Associate Professor Veronique Tan, Head SingHealth Duke-NUS Breast Centre, menjelaskan bahwa saat ini pengobatan kanker payudara tidak lagi bersifat seragam. 

Melalui tes genomik dan penentuan urutan terapi yang lebih akurat, dokter dapat memilih jenis pengobatan yang paling sesuai untuk setiap pasien.

“Respons pasien terhadap terapi, misalnya apakah tumor mengecil setelah pengobatan tertentu, dipantau secara ketat dan digunakan untuk menentukan langkah berikutnya,” ujarnya. 

Pendekatan ini terbukti meningkatkan angka harapan hidup, sekaligus mengurangi risiko pengobatan berlebihan dan efek samping yang tidak perlu. 

Terapi neoadjuvan sebelum operasi

Dijelaskan oleh Prof Tan, salah satu kemajuan penting adalah penggunaan terapi sistemik neoadjuvan, yaitu pengobatan yang diberikan sebelum operasi. 

"Terapi yang diperkenalkan pada tahun 1980-an ini awalnya digunakan pada kanker stadium lanjut untuk mengecilkan tumor agar bisa dioperasi. Kini, terapi neoadjuvan telah menjadi standar bagi beberapa jenis kanker payudara stadium awal, termasuk kanker payudara triple-negative dan HER2-positif," ujarnya.

Selain membantu mengecilkan tumor dan meningkatkan peluang mempertahankan payudara, terapi neoadjuvan juga memberikan informasi penting bagi dokter. 

"Setelah operasi, kami akan menilai seberapa baik respons kanker terhadap terapi neoadjuvan. Jika tidak ditemukan lagi sel kanker, risiko kekambuhan akan jauh lebih rendah," kata  Wakil Ketua Division of Surgery and Surgical Oncology di Singapore General Hospital (SGH) serta National Cancer Centre Singapore (NCCS) ini.

Sebaliknya, jika respons belum optimal, terapi lanjutan dapat disesuaikan untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Ilustrasi deteksi dini kanker payudaraFREEPIK Ilustrasi deteksi dini kanker payudara

Pengobatan untuk kanker yang menyebar

Kemajuan lainnya terlihat dalam prosedur bedah kelenjar getah bening ketiak. Dulu, pasien kanker payudara dengan penyebaran kanker ke area ini harus menjalani pengangkatan seluruh kelenjar, yang berisiko menyebabkan pembengkakan lengan atau limfedema. 

Kini, dengan teknik targeted axillary dissection, hanya kelenjar yang sebelumnya terdeteksi kanker dan kelenjar sentinel yang diangkat, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup jangka panjang pasien menjadi lebih baik.

"Di SingHealth Duke-NUS Breast Centre dan NCCS, pasien juga memiliki akses ke berbagai teknik bedah onkoplastik dan metode rekonstruksi payudara yang disesuaikan dengan kondisi medis dan preferensi masing-masing. Teknik mastektomi minimal invasif juga membantu mempercepat pemulihan," tutur Prof.Tan.

Manfaat pemeriksaan genomik dan pencitraan

Diagnosis yang cepat dan akurat, termasuk penentuan jenis dan stadium kanker payudara merupakan hal yang sangat penting sebelum pengobatan dimulai. Karena itu fasilitas pemeriksaan yang akurat berperan sangat krusial. 

Teknologi pencitraan fungsional digunakan untuk melengkapi pemeriksaan konvensional seperti X-ray dan pemeriksaan ultrasonografi. 

Menurut Prof.Tan, teknologi ini memberikan gambaran yang lebih detail mengenai luas penyebaran kanker di payudara, membantu mendeteksi kemungkinan kanker tersembunyi di payudara sebelahnya, serta mengidentifikasi penyebaran kanker ke bagian tubuh lain dengan lebih akurat. 

"Informasi ini sangat penting untuk menyusun rencana pengobatan yang tepat, termasuk menentukan pilihan operasi terbaik bagi setiap pasien," ujarnya.

Tes genomik turut berperan penting dalam menentukan siapa yang benar-benar membutuhkan kemoterapi. Dengan cara ini, pasien yang tidak akan mendapatkan manfaat dari kemoterapi dapat terhindar dari pengobatan yang tidak perlu.

Tim multidisplin

Meski kemajuan terapi sangat pesat, Prof Tan menegaskan bahwa kanker payudara tetap merupakan penyakit yang kompleks. 

Karena itu, NCCS menyediakan pendekatan perawatan yang menyeluruh, mulai dari dukungan psikososial, tes genetik, layanan preservasi kesuburan, hingga kelompok pendukung pasien.

“Kami menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan setiap pasien, bukan hanya selama pengobatan, tetapi juga hingga masa pemulihan dan fase survivorship,” katanya.

Perawatan kanker payudara di NCCS dilakukan dengan pendekatan multidisiplin yang terdiri dari para ahli, mulai dari dokter ahli bedah payudara, onkologi medis, radiolog, perawat khusus kanker payudara, ahli gizi, hingga tim perawatan paliatif.

"Pendekatan ini berbeda dengan sistem pengobatan konvensional, di mana pasien biasanya harus berpindah dari satu dokter spesialis ke dokter lainnya secara bertahap, dan setiap dokter hanya menangani satu bagian dari proses perawatan," jelas Prof.Tan.

Ia menyebut, inovasi dan kemajuan dalam perawatan kanker payudara ini bertujuan untuk memberikan hasil pengobatan terbaik. Kemajuan ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh pasien dari negara-negara di sekitar Singapura, termasuk Indonesia.

Setiap tahunnya, SingHealth Duke-NUS Breast Centre  melayani sekitar 70.000 kunjungan rawat jalan dan menangani lebih dari 1.300 pasien kanker payudara baru. 

Pusat kanker ini menyediakan pilihan pengobatan modern dengan teknik bedah terkini dan peralatan canggih, termasuk bedah payudara onkoplastik, biopsi payudara minimal invasif, pemetaan kelenjar getah bening sentinel, serta radioterapi intraoperatif.

Tag:  #wajah #baru #pengobatan #kanker #payudara #tingkatkan #peluang #kesembuhan

KOMENTAR