AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
19:38
1 Februari 2026

AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten

Baca 10 detik
  • Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengingatkan reformasi pasar modal harus terukur dan bertahap agar tidak membebani emiten.
  • AEI mendukung reformasi untuk memperkuat kredibilitas dan kualitas pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.
  • AEI menekankan implementasi reformasi perlu dialogis, inklusif, serta disertai insentif bagi peningkatan kualitas emiten.

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengingatkan, agar eformasi pasar modal yang dilakukan pemerintah tidak membebani para emiten. AEI menguinginkan, reformasi ini dilakukan dengan pendekatan yang terukur serta bertahap.

Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, memandang reformasi ini sebagai bagian penting dalam memperkuat struktur pasar, meningkatkan kredibilitas, serta mendorong pendalaman pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

Ia melanjutkan, komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola, transparansi, dan kualitas pasar modal merupakan sinyal positif bagi investor, baik domestik maupun global.

Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara] PerbesarIlustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]

"Dari sisi emiten, kami memandang reformasi ini sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pasar, selama dilakukan dengan pendekatan yang proporsional, dialogis, dan berorientasi jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2/2026).

Kendati demikian, dari perspektif emiten, reformasi pasar modal perlu dijalankan secara inklusif dan mempertimbangkan kesiapan dunia usaha yang beragam.

Sebagai representasi emiten, Armand pada prinsipnya mendukung arah reformasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pasar.

Penguatan free float, transparansi kepemilikan, serta pendalaman likuiditas dinilai menjadi prasyarat agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan kompetitif di tingkat global.

Namun, AEI menekankan bahwa implementasi reformasi perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing perusahaan. Pendekatan bertahap dengan masa transisi yang memadai serta fleksibilitas kebijakan dinilai penting agar proses penyesuaian dapat berjalan sehat tanpa mengganggu stabilitas pasar.

Selain itu, AEI berharap reformasi pasar modal tidak hanya berfokus pada penambahan kewajiban kepatuhan, tetapi juga disertai insentif yang mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola dan keterbukaan emiten.

Dengan demikian, reformasi diharapkan dapat menciptakan pasar modal yang likuid, adil, dan berkelanjutan, berbasis fundamental perusahaan, serta tidak semata berorientasi pada pemenuhan indikator global.

Armand menegaskan peran AEI sebagai mitra strategis pemerintah dan regulator dalam menjembatani dialog dengan para emiten serta pemangku kepentingan lainnya. Ia berharap reformasi pasar modal yang dijalankan tidak hanya meningkatkan persepsi global, tetapi juga memperkuat fondasi dunia usaha nasional secara menyeluruh.

"AEI siap menjadi mitra strategis dan siap mendukung pemerintah dan regulator dalam memastikan kebijakan berjalan efektif serta sejalan dengan kondisi riil emiten," pungkas Armand.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ingatkan #reformasi #pasar #modal #jangan #bebani #emiten

KOMENTAR