Tanpa Nyeri Hebat, Batu Saluran Kemih 826 Gram Baru Terungkap Saat Diperiksa Dokter
Seorang pria berusia 35 tahun datang ke rumah sakit hanya dengan keluhan tidak nyaman di area kandung kemih.
Ia tidak mengeluh nyeri hebat, gangguan buang air kecil, atau riwayat penyakit serius sebelumnya.
Namun pemeriksaan dokter justru menemukan sesuatu yang mengejutkan: batu kandung kemih raksasa seberat hampir satu kilogram.
Kasus ini dilaporkan dalam jurnal Nephro-Urology Monthly dan Live Science karena ukurannya yang sangat tidak biasa.
Batu kandung kemih yang sangat langka
Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan massa berbentuk oval dengan diameter sekitar 11 sentimeter.
Operasi kemudian mengungkap batu dengan ukuran sekitar 13 × 10 × 8 sentimeter dan berat 826 gram, jauh lebih besar dibandingkan batu saluran kemih pada umumnya.
Batu tersebut bahkan digambarkan menyerupai telur burung unta dan memenuhi hampir seluruh ruang kandung kemih pasien.
Dokter mendiagnosis kondisi ini sebagai giant bladder stone atau batu kandung kemih raksasa.
Menurut laporan ilmiah, batu kandung kemih hanya mencakup sekitar 5 persen dari seluruh kasus batu saluran kemih, dan yang berukuran raksasa tergolong sangat jarang.
“Kasus ini unik karena pasien tidak memiliki faktor risiko klasik seperti sumbatan saluran kemih, infeksi berulang, atau riwayat operasi,” tulis tim urologi dalam jurnal Nephro-Urology Monthly.
Bagaimana batu bisa terbentuk tanpa gejala berat?
Tangkapan layar dari Jurnal Nephro-Urology Monthly soal seorang pria hanya mengeluh tidak nyaman di kandung kemih, tetapi dokter menemukan batu saluran kemih raksasa seberat 826 gram yang tumbuh diam-diam tanpa gejala berat.
Batu saluran kemih terbentuk saat mineral dalam urine mengendap dan membentuk kristal. Sekitar 85 persen batu terdiri dari kalsium, terutama kalsium oksalat dan kalsium fosfat.
Biasanya, batu kandung kemih muncul ketika kandung kemih tidak bisa mengosongkan urine secara sempurna.
Kondisi tersebut membuat urine menjadi lebih pekat sehingga kristal lebih mudah terbentuk. Namun pada kasus ini, pasien tidak mengalami gangguan buang air kecil yang jelas.
Para dokter menduga proses pembentukan batu berlangsung sangat lambat, sehingga tubuh sempat “beradaptasi” dan gejalanya menjadi samar.
Batu yang tumbuh perlahan dapat tidak menimbulkan nyeri hebat sampai ukurannya sangat besar.
Penanganan medis dan proses pemulihan
Karena ukurannya ekstrem, batu tidak mungkin dikeluarkan dengan prosedur minimal invasif.
Dokter melakukan operasi terbuka yang disebut cystolithotomy untuk mengangkat batu secara utuh.
Sayatan pada kandung kemih bahkan harus diperluas agar batu bisa dikeluarkan dengan aman.
Setelah operasi, pasien dipasangi kateter sementara dan dinyatakan pulih dengan baik dalam waktu satu minggu.
Analisis laboratorium menunjukkan batu tersusun terutama dari kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Tidak ditemukan gangguan metabolik atau kelainan ginjal yang signifikan pada pasien.
Para ahli menekankan bahwa batu saluran kemih tidak selalu menimbulkan gejala dramatis.
Rasa tidak nyaman ringan, perut bawah terasa penuh, atau nyeri samar bisa menjadi tanda awal yang sering diabaikan.
Dikutip dari Live Science, kasus ini mengingatkan bahwa keluhan ringan pada saluran kemih tetap perlu diperiksa secara medis.
Deteksi dini sangat penting agar batu tidak berkembang menjadi ukuran berbahaya dan memerlukan operasi besar.
Menjaga asupan cairan, tidak menahan buang air kecil, serta memeriksakan diri jika muncul keluhan berkepanjangan menjadi langkah pencegahan utama.
Kasus langka ini menjadi bukti bahwa masalah batu saluran kemih bisa berkembang diam-diam, namun dampaknya sangat serius jika terlambat ditangani.
Tag: #tanpa #nyeri #hebat #batu #saluran #kemih #gram #baru #terungkap #saat #diperiksa #dokter