Pubertas Dini pada Anak Bisa Meningkatkan Risiko Perundungan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?
Ilustrasi perundungan di sekolah. Pubertas dini pada anak dapat meningkatkan risiko perundungan, dan orangtua perlu tahu apa yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka.(Shutterstock/ TOP-STOCKER)
17:36
9 Januari 2026

Pubertas Dini pada Anak Bisa Meningkatkan Risiko Perundungan, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Perubahan fisik yang terlalu cepat akibat pubertas dini dapat menurunkan rasa percaya diri, memengaruhi hubungan sosial, dan meningkatkan risiko perundungan di sekolah.

Menurut Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), ahli endokrinologi anak, pubertas dini terjadi ketika anak mengalami perubahan fisik lebih cepat dari usia yang seharusnya.

“Anak perempuan yang mulai menstruasi atau anak laki-laki yang mulai mengalami pembesaran testis sebelum usia yang seharusnya, itu sudah tergolong pubertas dini,” jelasnya dalam wawancara dengan Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).

Dampak pubertas dini pada anak

Berikut adalah beberapa dampak pubertas dini pada anak yang perlu diketahui oleh orangtua.

  • Dampak fisik 

Perubahan fisik yang terlalu cepat dapat membuat anak merasa canggung.

“Mereka bisa merasa terasing karena tubuh mereka berkembang lebih cepat daripada teman sebayanya,” kata Prof. Aman Pulungan.

Hal ini sering kali menurunkan rasa percaya diri anak, karena mereka merasa berbeda dari teman-teman mereka yang belum mengalami pubertas.

  • Dampak psikologis

Selain perubahan fisik, pubertas dini juga membawa dampak psikologis yang signifikan. Anak-anak yang mengalami pubertas dini sering merasa bingung dan cemas.

“Mereka tidak siap menghadapi perubahan yang terjadi lebih awal, baik secara fisik maupun emosional,” ujarnya.

Perasaan ini dapat menurunkan harga diri anak, memengaruhi interaksi sosial mereka, dan memperburuk kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Anak yang mengalami pubertas dini juga lebih rentan menjadi korban perundungan.

“Anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi atau anak laki-laki yang lebih berotot sering kali menjadi sasaran ejekan,” jelas Prof. Aman.

Karena perbedaan fisik yang terlihat, anak yang mengalami pubertas dini bisa merasa terasing dan lebih mudah diejek oleh teman-temannya.

  • Dampak sosial dan perkembangan emosional

Perubahan fisik yang lebih cepat juga memengaruhi hubungan sosial anak.

Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa anak yang lebih dewasa secara fisik sering kesulitan berinteraksi dengan teman-temannya yang masih dalam tahap perkembangan yang lebih lambat.

“Mereka merasa terasing dan kesulitan beradaptasi dengan teman-teman sebayanya,” katanya.

Anak-anak ini membutuhkan dukungan emosional agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Terapi penunda pubertas sebagai solusi

Ilustrasi dokter. Pubertas dini pada anak dapat meningkatkan risiko perundungan, dan orangtua perlu tahu apa yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka.Freepik Ilustrasi dokter. Pubertas dini pada anak dapat meningkatkan risiko perundungan, dan orangtua perlu tahu apa yang bisa dilakukan untuk melindungi mereka.

Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa terapi penunda pubertas dapat membantu mengatasi dampak negatif dari pubertas dini.

Terapi ini memberikan waktu lebih bagi anak untuk tumbuh secara normal dan mengurangi dampak psikologis yang ditimbulkan.

“Terapi hormonal penunda pubertas aman dan terbukti efektif, dengan pengawasan medis yang tepat,” ujarnya.

Peran orangtua dalam mendukung anak

Orangtua memegang peran penting dalam mendukung anak yang mengalami pubertas dini.

“Penting bagi orangtua untuk memberi pemahaman bahwa perubahan fisik yang anak alami adalah hal yang wajar, meskipun terjadi lebih cepat daripada teman-temannya,” kata Prof. Aman Pulungan.

Komunikasi yang terbuka dan dukungan emosional dari orangtua sangat membantu anak untuk menghadapi pubertas dini dengan lebih baik.

Pubertas dini lebih dari sekadar perubahan fisik. Dampaknya dapat menyentuh banyak aspek kehidupan anak, baik fisik, psikologis, maupun sosial.

Dengan deteksi dini, dukungan yang tepat, dan penanganan medis yang sesuai, anak dapat melewati masa pubertas dini dengan lebih baik dan tumbuh sehat secara fisik dan mental.

Tag:  #pubertas #dini #pada #anak #bisa #meningkatkan #risiko #perundungan #yang #harus #dilakukan #orangtua

KOMENTAR