28,6 Juta Orang Indonesia Diprediksi Diabetes pada 2045, Inovasi Obat jadi Penting
- Jumlah orang dewasa di Indonesia yang hidup dengan diabetes diperkirakan akan terus meningkat drastis dalam beberapa dekade ke depan. Data International Diabetes Federation menunjukkan sekitar 20,4 juta jiwa di Indonesia menderita diabetes pada 2024. Angka ini jika dibiarkan diproyeksikan menjadi sekitar 28,6 juta jiwa pada tahun 2045.
Proyeksi ini menunjukkan besarnya beban penyakit kronis yang akan dihadapi negara dan menegaskan pentingnya inovasi dalam pengobatan serta strategi pengelolaan diabetes yang efektif untuk mengurangi dampak kesehatan masyarakat secara jangka panjang.
“Enavogliflozin menunjukkan komitmen Daewoong dalam menyediakan terapi inovatif yang berasal dari Asia dan telah terbukti secara klinis bagi pasien di Indonesia,” ujar Baik In Hyun, Executive Director of Indonesia Business Division Daewoong Pharmaceutical Indonesia, Jumat (26/12).
Ia menambahkan bahwa obat ini sudah dibuktikan secara efektivitas, tingkat keamanan yang sangat baik, serta kemudahan penggunaan satu kali sehari.
"Kami bertujuan untuk menawarkan pilihan pengelolaan diabetes jangka panjang berbasis bukti kepada para tenaga kesehatan," tuturnya.
Bersamaan dengan itu, ia menegaskan bahwa Daewoong Pharmaceutical telah resmi mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia untuk Enavogliflozin, obat diabetes terbaru yang dikembangkan perusahaan. Izin edar ini datang di tengah tren kenaikan jumlah penderita diabetes yang signifikan di Indonesia.
Enavogliflozin merupakan obat inovatif ke-36 dari Daewoong Pharmaceutical yang kini tersedia di Indonesia. Obat ini diberikan sekali sehari dengan dosis rendah 0,3 mg dan menunjukkan efektivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah setara dengan dapagliflozin — salah satu inhibitor SGLT-2 yang sudah banyak digunakan.
Hasil uji klinis fase 3 menunjukkan peningkatan kontrol gula darah melalui perbaikan parameter HbA1c dan glukosa plasma puasa, serta profil keamanan yang mendukung pemakaian jangka panjang.
Gol utama golongan obat inhibitor SGLT-2 seperti Enavogliflozin adalah membantu menurunkan kadar gula darah dengan cara mencegah ginjal menyerap kembali glukosa, sehingga glukosa dibuang melalui urin. Selain itu, kelas obat ini sering dikaitkan dengan manfaat tambahan seperti penurunan berat badan ringan dan tekanan darah, yang berpotensi memberi dukungan bagi kesehatan jantung dan ginjal serta menekan risiko komplikasi diabetes.
Tidak hanya fokus pada pengobatan, Daewoong juga berupaya memperluas pertukaran akademik dan klinis antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan. Upaya ini antara lain dilakukan melalui Jakarta Diabetic Meeting 2025, di mana profil klinis Enavogliflozin dipresentasikan kepada ratusan tenaga kesehatan bekerjasama dengan organisasi profesional seperti Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Ke depan, perusahaan ini berencana melakukan uji klinis fase 3 tambahan yang menargetkan bukti klinis lebih kuat sesuai karakteristik pasien Indonesia, guna memperkuat kepercayaan tenaga kesehatan sekaligus memperluas pilihan terapi diabetes yang relevan bagi kebutuhan lokal.
Selain diabetes, Daewoong juga sedang memperluas portofolio terapi untuk kondisi metabolik lain seperti dislipidemia, dengan peluncuran kombinasi dosis tetap Ezetimibe–Rosuvastatin sebagai pilihan terapi yang lebih luas di Indonesia.
Melalui inovasi obat, kolaborasi akademik, dan perluasan pilihan terapi, Daewoong berharap dapat menjadi mitra strategis dalam upaya penanganan penyakit kronis dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia di tengah meningkatnya beban diabetes dan tantangan kesehatan masyarakat.
Tag: #juta #orang #indonesia #diprediksi #diabetes #pada #2045 #inovasi #obat #jadi #penting