Penuh Haru! Transplantasi Sel Punca untuk Assyifa Berhasil, Warga Indonesia Tak harus Keluar Negeri Lagi untuk Obati Thalasemia
Press conference yang dilangsungkan di Ruang Auditorium Tzu Chi Hospital lantai 23, pada hari Jumat (2/2) 2024 lalu. (tzuchi.or.id)
11:29
11 Februari 2024

Penuh Haru! Transplantasi Sel Punca untuk Assyifa Berhasil, Warga Indonesia Tak harus Keluar Negeri Lagi untuk Obati Thalasemia

 Dengan bangga, Tzu Chi Hospital mengumumkan suksesnya transplantasi sel punca pada Assyifa, pasien anak dengan talasemia beta mayor pertama yang mereka tangani melalui metode tersebut.    Assyifa dinyatakan sukses menerima donor sel punca dari adiknya. Kabar ini disampaikan langsung oleh Dokter Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA, Konsultan Hematologi Onkologi Medik Anak di Tzu Chi Hospital.   Berita baik itu disampaikannya kepada publik dalam momen press conference yang dilangsungkan di Ruang Auditorium Tzu Chi Hospital lantai 23, pada hari Jumat (2/2) 2024 lalu.  

  “Berhasil, karena sel punca dari donor yang ditransfusikan ke dalam tubuh Assyifa ini sudah tumbuh dan kita tahu bahwa yang tumbuh ini adalah sel punca dari adiknya, 100 persen milik adiknya,” ungkap dr. Edi.   Setelah menerima donor sel punca dari adiknya, Fatih, sel darah di tubuh Assyifa memproduksi sel-sel baik yang bisa memaksimalkan tumbuh kembang dari pemiliknya.    Dilansir dari tzuchi.or.id, dr. Edi menjelaskan secara rinci tentang transplantasi sel punca yang telah dilakukan untuk Assyifa. Menurutnya, Transplantasi Sel Punca Darah memang menjanjikan kesembuhan pada pasien kelainan darah sekitar 80 hingga 90 persen.  

  Namun, hal itu harus dengan ketentuan metode yang baik sesuai kriteria yang terpenuhi pada seorang anak yang terindikasi untuk melakukan transplantasi. Sel Punca Darah sendiri bisa didapat dari sumsum tulang, darah tepi, dan dari tali pusat.   “Metode yang dilakukan pada Assyifa, jelas bukan transplantasi sumsum tulang, tapi transplantasi sel punca darah yang diambil dari darah tepi. Dengan metode ini, dimana teknologinya menggunakan mesin apheresis, itu apa yang diambil oleh mesin bisa kita pilah sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk kasus ini kita ambil CD34, sel puncanya,” jelas dr. Edi.   “Memang yang membuat kita deg-degan itu pasca-transplantasinya, makanya kita seperti sudah menyiapkan panel yang berisi semua kemungkinan dan apa yang terjadi setelah transplantasi dilakukan. Apa efek sampingnya, apa penanganannya. Itu yang membuat semua proses ini harus dilalui dengan sabar,” lanjutnya.  

  Ia lega, setelah semua prosesnya sedikit demi sedikit telah berhasil dilalui. Kondisi Assyifa pun kini jauh lebih stabil meski harus melakukan pemeriksaan lanjutan kedepannya.   Untuk diketahui, di Indonesia layanan Hematopoietic Stem Cell Transplantation Center (Instalasi Transplantasi Sel Punca Darah) untuk anak, baru tersedia di Tzu Chi Hospital.    Metode tersebut merupakan salah satu dari 5 layanan yang diunggulkan di Tzu Chi Hospital. Dengan adanya layanan ini, diharapkan mampu memberikan harapan untuk kehidupan yang jauh lebih baik bagi anak-anak penderita kelainan darah.

Editor: Nicolaus Ade

Tag:  #penuh #haru #transplantasi #punca #untuk #assyifa #berhasil #warga #indonesia #harus #keluar #negeri #lagi #untuk #obati #thalasemia

KOMENTAR