Startup Teknologi Ini Buka Kesempatan Masyarakat Indonesia untuk Bekerja di Luar Negeri dengan Mudah
Ilustrasi: Sektor konstruksi menjadi salah satu tempat bekerja yang banyak ditempati para pekerja migran. (Human Rights Watch)
18:09
11 Mei 2024

Startup Teknologi Ini Buka Kesempatan Masyarakat Indonesia untuk Bekerja di Luar Negeri dengan Mudah

- Gapai, startup yang membantu tenaga kerja Indonesia untuk mengejar karir di pasar global baru saja mengumumkan pendanaan tahap awal mereka. Dengan pendanaan awal senilai USD 1 juta (Rp 16 miliar), startup teknologi tersebut berambisi memperluas layanan penempatan kerja internasionalnya.   Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Wavemaker Partners memimpin putaran pendanaan ini dengan partisipasi dari Antler dan Angel Investor. Wavemaker Partners dan Antler merupakan dua VC global dengan spesialisasi investasi startup tahap awal di Asia Tenggara.    Investasi dari Wavemaker Partners dan Antler disebut mencerminkan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan Gapai dalam merevolusi proses penyaluran kerja migran antar negara. Berdasarkan data nasional tahun 2020-2023, terdapat peningkatan 7x lipat kasus perdagangan ilegal terhadap pekerja migran dari Indonesia.    Disebutkan bahwa sekitar 1.800 orang telah menjadi korban penempatan kerja ilegal di berbagai negara. Untuk mengatasi masalah ini, Gapai berfokus untuk menyaring kandidat, melakukan wawancara, dan memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi para pekerja Indonesia, untuk membangun jaringan talenta siap kerja yang dapat memenuhi permintaan pasar internasional.    Dalam hal ini, Gapai berperan untuk menghubungkan calon karyawan dengan perusahaan yang sesuai dalam platformnya yang inovatif, sehingga proses penempatan kerja lintas batas negara dapat menjadi lebih cepat, aman, dan transparan dibandingkan melalui agen konvensional.   Di tahap awal, Gapai akan menggunakan dana segar ini untuk memperkuat proses operasional penempatan di luar negeri dengan infrastruktur teknologi yang komprehensif sehingga bisa memudahkan masyarakat Indonesia yang berminat bekerja di luar negeri dengan lebih mudah. Selain itu, Gapai berupaya merevolusi proses pengalaman penempatan pekerja migran di luar negeri dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan transparansi.   Dengan izin dan proses baru, Gapai mampu menciptakan pertumbuhan bisnis hingga 10 kali lipat dari tahun lalu. Di tahun 2024, Gapai menargetkan untuk menjaring 70.000 pekerja Indonesia, dan mengirim 2.200 diantaranya untuk berkarir di lanskap global.   “Gapai sebagai platform bagi pekerja migran mentransformasi proses tersebut. Melalui aplikasinya, proses penyaluran dibuat menjadi lebih cepat dan lebih efisien bagi perusahaan dan kandidat. Dengan menerapkan penyaringan kandidat yang teliti, Gapai bertujuan untuk memastikan proses lamaran yang berkualitas tanpa harus menunggu lama seperti biasanya, dan semua diselesaikan hanya dalam satu hingga dua bulan," ungkap Paul Santos, Managing Partner Wavemaker Partners melalui keterangan resminya.   Dengan demikian, lanjut Paul, perusahaan mendapatkan aliran kandidat yang menjanjikan dari Indonesia secara cepat dan stabil, sekaligus menghemat biaya tenaga kerja dan perekrutan.   "Kami sangat menantikan pertumbuhan Gapai dan kami bangga dapat mendukung Gapai dalam memberikan kesempatan yang adil bagi para tenaga kerja Indonesia untuk memaksimalkan potensi penghasilan mereka dan menghidupi keluarga mereka di Indonesia," imbuh Paul.   Sejak mendapatkan pendanaan Antler di tahap pendirian, Gapai telah mengembangkan jaringan yang terdiri dari 12.000 pekerja berkualitas. “Dengan populasi Indonesia yang besar dan terus berkembang, kami optimis bisa melipatgandakan jumlah tenaga kerja migran yang kami bantu setiap tahunnya,” ungkap Radityo Susilo, CEO Gapai.   Disebutkan juga, prioritas pengembangan bisnis Gapai tahun ini adalah memperluas jangkauan pasar Gapai ke 15 negara di Eropa termasuk Hongaria, Rumania, Jerman, dan Inggris, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, serta negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Qatar.   “Sektor jasa penyaluran tenaga kerja lintas negara terus bertumbuh, dimana kini nilainya mencapai USD 56 miliar (Rp 900 triliun). Berada di posisi strategis berkat bonus demografi, Indonesia bisa berperan penting sebagai penyalur tenaga migran di lingkup global,” kata Agung Bezharie Hadinegoro, Partner Antler.   

  Sebagai informasi juga, pada tahun 2045, Indonesia disebut akan menikmati bonus demografi, dimana 70% penduduk akan berada di umur produktif kerja. Hal ini sangat kontras dengan wilayah seperti Jepang, Korea Selatan, dan Eropa, yang tengah mengalami tantangan populasi yang semakin menua dan pertumbuhan populasi yang lebih lambat.    Gapai berambisi memimpin upaya untuk memaksimalkan potensi ini, memastikan bahwa talenta-talenta Indonesia terlihat dan banyak dicari di panggung global.

Editor: Kuswandi

Tag:  #startup #teknologi #buka #kesempatan #masyarakat #indonesia #untuk #bekerja #luar #negeri #dengan #mudah

KOMENTAR