Tahun Depan, Guru Honorer Dapat Bantuan Tunai
Ratusan guru honorer memberi semangat kepada KPU dengan mendatangi kantor KPU RI di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (28/2) sore. (Istimewa)
21:54
28 November 2024

Tahun Depan, Guru Honorer Dapat Bantuan Tunai

    — Kabar gembira bagi para guru non ASN (honorer) yang belum memiliki sertifikat pendidik. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bakal memberikan bantuan tunai untuk membantu kesejahteraan para guru tersebut.    "Pemerintah juga sedang membahas usaha meningkatkan kesejahteraan guru-guru non-ASN yang belum mendapat sertifikasi melalui bantuan cash transfer," ujar Prabowo dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Jakarta, Kamis (28/11).    Sayangnya, jumlah besarannya masih belum dapat diumumkan. Hal ini, kata dia, lantaran masih dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Termasuk soal berapa jumlah guru yang akan menerima bantuan tersebut. Rencananya, bantuan akan mulai diberikan di tahun depena.    "Sekarang oleh BPS sedang dihitung dan dicari by name dan alamat persis siapa yang berhak menerima bantuan tersebut," jelasnya.    Selain honorer, kesejahteraan guru ASN dan non-ASN yang sudah memiliki sertifikasi pendidik juga bakal dinaikkan. Dia menyebut, kesejahteraan guru ASN bersertifikasi akan mendapatkan tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok.   Kemudian, bagi guru non ASN nilai tunjangan profesinya akan ditingkatkan menjadi Rp 2 juta. Artinya, ada kenaikan Rp 500 ribu dari besar tunjangan profesi yang mereka terima saat ini.    Untuk diketahui, di tahun 2025 diproyeksikan terdapat 1.932.666 guru yang bersertifikat pendidik. Ada penambahan sebanyak 620 guru bersertifikat dibanding tahun 2024.   Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka pihaknya telah meningkatkan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan guru, baik yang berstatus PNS, PPPK, non-ASN, hingga honorer di tahun 2025.   Ada kenaikan anggaran sebesar Rp 16,7 triliun untuk kesejahteraan guru ASN dan non-ASN. Sehingga total anggaran kesejahteraan guru tahun depan mencapai Rp 81,6 triliun.    Masih dalam upaya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, pemerintah diproyeksikan akan menambah jumlah guru dengan kualifikasi pendidikan D4 dan S1 pada tahun depan hingga mencapai 806.486 guru, baik berstatus ASN maupin non-ASN.   Saat ini, menurutnya, masih terdapat 249.623 guru yang masih belum memiliki kualifikasi D4 dan S1 tersebut. "mereka akan diberi bantuan pendidikan untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang D4 dan S1," ungkapnya.    Prabowo menekankan, kualitas dan kesejahteraan guru merupakan hal yang sangat penting. Guru dinilainya sebagai tonggak berdirinya sebuah negara.   Sebab, baginya, negara yang berhasil adalah negara yang pendidikannya berhasil. Dimana keberhasilan pendidikan ini sangat tergantung dari para gurunya.   "Negara hanya bisa makmur manakala pendidikannya berhasil," katanya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #tahun #depan #guru #honorer #dapat #bantuan #tunai

KOMENTAR