Transaksi Digital Tumbuh 54,89 Persen, AI Jadi Andalan Layanan Bank
Ilustrasi bank digital.(SHUTTERSTOCK/ALIAKSEI KRUHLENIA)
21:28
27 Februari 2026

Transaksi Digital Tumbuh 54,89 Persen, AI Jadi Andalan Layanan Bank

— Agora menggandeng FPT Corporation dalam kemitraan strategis untuk memperluas adopsi kecerdasan artifisial (AI) di sektor perbankan dan jasa keuangan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kolaborasi ini mengintegrasikan kapabilitas real-time engagement dan conversational AI milik Agora dengan jangkauan regional serta keahlian integrasi enterprise FPT.

Melalui kerja sama tersebut, institusi keuangan ditargetkan dapat meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah sekaligus mendorong efisiensi operasional dan layanan digital.

Baca juga: OJK Bentuk Direktorat Pengawasan Bank Digital, Efektif 2026

Ilustrasi praktik bank digital dalam kolaborasi sebagai penyedia layanan keuangan menggunakan teknologi informasi. SHUTTERSTOCK/POPTIKA Ilustrasi praktik bank digital dalam kolaborasi sebagai penyedia layanan keuangan menggunakan teknologi informasi.

Lewat integrasi Agora Conversational AI (ConvoAI) dan infrastruktur komunikasi real-time berlatensi sangat rendah ke dalam ekosistem AI enterprise FPT, bank dan lembaga keuangan disebut dapat menghadirkan interaksi yang aman dan cerdas secara langsung melalui kanal suara, chat, maupun video.

Pasar perbankan digital Indonesia tumbuh 54,89 persen

Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar perbankan digital dan layanan keuangan paling dinamis di Asia Tenggara.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi perbankan digital tumbuh 54,89 persen secara tahunan hingga September 2024, didorong oleh aktivitas transfer, pembayaran QRIS, serta meningkatnya aktivitas melalui kanal mobile.

Sementara itu, berdasarkan data International Trade Administration, sebanyak 56,3 juta pengguna tercatat bertransaksi melalui QRIS pada awal 2025. Angka tersebut menggambarkan besarnya skala interaksi keuangan berbasis digital di Tanah Air.

Baca juga: Survei: Pengguna Prioritaskan Keamanan dan Biaya Efisien di Bank Digital

Dalam konteks tersebut, Conversational AI dinilai semakin berperan dalam membantu institusi memperluas kapasitas layanan pelanggan, mengotomasi kebutuhan rutin, mendukung proses digital onboarding, serta memberikan bantuan secara langsung di berbagai kanal (omnichannel) tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tata kelola.

Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.Shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.

“Dengan menggabungkan kemampuan AI enterprise FPT dan infrastruktur conversational real-time milik Agora, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan di Asia Tenggara menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien, responsif, dan tepercaya dalam skala besar,” ujar Mark Hall Andrew, Chief Revenue Officer, FPT Smart Cloud, FPT Corporation dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).

Integrasi AI untuk layanan nasabah

Kemitraan ini mengintegrasikan ConvoAI serta infrastruktur suara dan video real-time dari Agora dengan kecerdasan percakapan berbasis AI dan solusi contact center milik FPT.

Integrasi tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan di sektor perbankan dan jasa keuangan, antara lain dukungan nasabah untuk perbankan ritel maupun korporasi, layanan pembayaran dan pengelolaan akun, interaksi sepanjang siklus pinjaman dan kredit, onboarding asuransi dan layanan polis, hingga bantuan klaim serta layanan nasabah lintas negara dan multibahasa.

Baca juga: Strategi Baru Bank Digital: Perluas Direct Lending, Ekosistem Masih Dominan

Solusi bersama ini memungkinkan institusi keuangan menerapkan asisten virtual berbasis AI sekaligus menghadirkan pengalaman konsultasi dengan dukungan manusia (human-in-the-loop) melalui chat, suara, dan video secara real-time.

Dibangun di atas arsitektur enterprise berlatensi rendah, solusi tersebut dirancang untuk mendukung interaksi yang aman, multibahasa, dan natural di aplikasi mobile, platform web, hingga lingkungan contact center.

Dengan demikian, institusi disebut dapat menangani volume interaksi tinggi sambil menjaga konsistensi layanan, stabilitas operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Implementasi di lebih dari 40 bank global

FPT menyebut solusi AI enterprise yang dikembangkannya telah digunakan oleh lebih dari 40 bank dan institusi keuangan secara global. Cakupannya meliputi layanan perbankan digital, pembiayaan konsumen, hingga operasional layanan pelanggan berskala besar.

Baca juga: Transparansi Kinerja Keuangan Bank Digital Tepercaya, Kunci Kepercayaan Generasi Muda

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). Ledakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah teknologi, tetapi juga mencetak miliarder baru dalam jumlah dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.Alibaba Ilustrasi kecerdasan buatan (AI). Ledakan kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah teknologi, tetapi juga mencetak miliarder baru dalam jumlah dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejumlah implementasi yang disebutkan antara lain di Sacombank, yang menerapkan AI Voice Agents untuk “Next-Generation AI Contact Center”. Implementasi tersebut meningkatkan kapasitas penanganan panggilan lebih dari 58 persen sehingga sistem mampu mengelola hingga 41.000 panggilan per hari.

Dampaknya disebut berkontribusi pada pengalaman pelanggan yang lebih mulus dan peningkatan Net Promoter Score (NPS).

Di Vietcombank, agen AI ditempatkan di kanal percakapan (chat) untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang sering muncul, mulai dari kartu, pinjaman, suku bunga, promo, hingga kurs. Dengan pendekatan tersebut, tim dapat lebih fokus menangani kasus yang lebih kompleks .

Sementara itu, Home Credit Vietnam memanfaatkan FPT AI Voice Agents untuk otomasi operasional call center bervolume tinggi, dengan penanganan jutaan interaksi pelanggan per bulan dan menjaga konsistensi kualitas layanan.

Baca juga: Survei: Bank Digital Jadi Pilihan Aman dan Praktis untuk Transaksi Harian

Melalui berbagai implementasi tersebut, FPT menyatakan telah menunjukkan dampak terukur dalam otomasi layanan pelanggan, optimasi operasional, pengaturan alur interaksi berbasis kecerdasan (intelligent routing), serta peningkatan skalabilitas layanan di berbagai tahap transformasi digital.

Tekankan kepercayaan dan kepatuhan

Di tengah akselerasi digital sektor jasa keuangan, aspek kepercayaan dan keamanan disebut tetap menjadi prioritas utama, termasuk di Indonesia.

Solusi Agora–FPT memadukan real-time engagement dan otomasi AI pada infrastruktur yang aman untuk mempercepat waktu respons, meningkatkan efisiensi layanan, serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih berorientasi pada kebutuhan manusia dengan tetap menjaga standar kepatuhan regulasi dan tata kelola.

“Ketika layanan keuangan di Indonesia terus terdigitalisasi, kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan sama pentingnya dengan inovasi,” tutur Tony Zhao, CEO Agora.

Baca juga: Cara Atur Keuangan Milenial dan Gen Z di Era Bank Digital

“Dengan menggabungkan kecerdasan percakapan real-time milik Agora dan ekosistem AI enterprise FPT, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan berinteraksi dengan nasabah secara lebih natural, efisien, dan andal, dalam skala besar," imbuhnya.

Ke depan, Agora dan FPT menyatakan akan bekerja sama dengan bank, perusahaan asuransi, system integrator, serta mitra ekosistem untuk mempercepat adopsi conversational AI dan teknologi real-time engagement di kawasan Asia Tenggara.

Tag:  #transaksi #digital #tumbuh #5489 #persen #jadi #andalan #layanan #bank

KOMENTAR