Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!
Donald Trump [The White House]
10:28
22 Februari 2026

Surat Penutupan Rekening Donald Trump oleh JPMorgan Terungkap!

Baca 10 detik
  • JPMorgan Chase secara resmi memutus hubungan perbankan dengan Donald Trump pada Februari 2021, terungkap melalui dokumen persidangan.
  • Dokumen ini menjadi bukti gugatan senilai US$5 miliar yang diajukan Trump, menuduh bank melakukan diskriminasi melanggar hukum.
  • Bank tersebut berupaya memindahkan lokasi persidangan dari Miami ke New York karena afiliasi operasional kedua pihak.

Babak baru persidangan antara Presiden Donald Trump melawan raksasa perbankan JPMorgan Chase (JPM.N) mengungkap dokumen krusial.

Berdasarkan dokumen yang dirilis pada Jumat (20/2/2026), terungkap bahwa JPMorgan secara resmi memutus hubungan perbankan dengan Trump dan lini bisnis perhotelannya pada Februari 2021 silam.

Dokumen ini menjadi bukti utama dalam gugatan senilai US$5 miliar (sekitar Rp78 triliun) yang diajukan Trump terhadap bank terbesar di Amerika Serikat tersebut beserta CEO-nya, Jamie Dimon.

Isi Surat Penutupan Rekening yang Misterius

Dalam surat bertanggal 19 Februari 2021, JPMorgan memberitahukan penutupan rekening kepada Trump dan Trump Organization tanpa merinci alasan spesifik di balik keputusan tersebut.

Salah satu poin dalam surat itu hanya menyatakan bahwa pihak bank terkadang dapat "menentukan bahwa kepentingan klien tidak lagi terlayani dengan mempertahankan hubungan dengan J.P. Morgan Private Bank."

Keputusan "de-banking" ini terjadi tak lama setelah peristiwa kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari 2021.

Kala itu, gelombang pemutusan hubungan bisnis memang melanda Trump, mulai dari firma hukum hingga organisasi olahraga seperti PGA of America.

Tim hukum Donald Trump mengeklaim bahwa pengungkapan surat-surat ini adalah pengakuan yang fatal dari pihak bank. Juru bicara tim hukum Trump menyatakan bahwa JPMorgan telah secara sadar dan melanggar hukum melakukan aksi "de-banking" terhadap Trump, keluarganya, dan bisnisnya.

"Langkah ini telah menyebabkan kerugian finansial yang luar biasa," ujar juru bicara tersebut. Trump menuduh JPMorgan telah melanggar kebijakannya sendiri dengan menjadikannya target diskriminasi demi mengikuti "arus politik" saat itu.

Dilansir dari Reuters, JPMorgan menolak mentah-mentah tuduhan tersebut dan menganggap gugatan Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat (meritless).

Saat ini, JPMorgan tengah berupaya memindahkan lokasi persidangan dari Pengadilan Federal Miami ke New York.

Pihak bank berpendapat bahwa sengketa ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan New York, mengingat domisili operasional kedua belah pihak.

"Koneksi yang luar biasa besar antara perselisihan ini dengan New York memperkuat alasan pemindahan lokasi," tulis pihak bank dalam mosi hukumnya.

Hingga berita ini diturunkan, baik perwakilan JPMorgan maupun firma hukum Jones Day yang mewakili mereka belum memberikan komentar tambahan terkait perilisan dokumen sensitif tersebut.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #surat #penutupan #rekening #donald #trump #oleh #jpmorgan #terungkap

KOMENTAR