Portugal Lirik Komoditas Perikanan Maluku, Peluang Menjanjikan
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Portugal, Susi Marleny Bachsin, mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon di kawasan Tantui pada Kamis (19/2/2026).
Kedatangan Dubes Bachsin ke Kota Ambon lantaran sumber daya alam perikanan di Maluku dilirik buyer dan investor Portugal.
"Kunjungan ini tidak terlepas dari adanya permintaan pasar Portugal terhadap hasil perikanan Maluku. Seperti ikan, cumi juga udang. Untuk itu kedatangan ini untuk melihat potensi ekspor," jelas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Baca juga: Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat menghadiri acara Rapat koordinasi nasional (Rakornas) antara pemerintah pusat Dan daerah Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Jawa barat, Senin (2/2/2026)
Dalam kunjungan itu, rombongan melihat pula proses bongkar muat ikan tuna oleh anak buah kapal (ABK) di Kapal Malvinas 03 serta aktivitas bongkar ikan layang di KM Raja Bubara.
Rombongan juga melihat proses pembelian, pengolahan hingga pemasaran ikan di fasilitas cold storage milik PT Harta Samudra I yang berlokasi di Desa Tantui, salah satu perusahaan perikanan yang tercatat beroperasi di kawasan PPN Ambon.
Hendrik mengatakan kualitas komoditas perikanan Maluku punya peluang besar tembus pasar Portugal.
“Di Portugal terdapat sejumlah investor prospektif yang berminat membeli komoditas perikanan dari Maluku. Ini bagian dari penjajakan pasar untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret,” jelasnya.
Baca juga: Nelayan Kecil dan Awak Kapal Perikanan Kini Bisa Jadi Peserta BPJS Naker
Sebagai bentuk keseriusan dan terbukanya peluang kerja sama, pada Kamis sore usai kunjungan, Hendrik langsung mengikuti pertemuan daring dengan calon investor Portugal.
Dia berharap kerja sama ini nantinya dapat didukung iklim investasi yang baik di Maluku.
"Kita harus menjaga iklim investasi. Investasi yang kita butuhkan adalah investasi yang sehat, etis dan bertanggung jawab. Harus mematuhi peraturan perundang-undangan, merekrut tenaga kerja lokal secara signifikan, serta melakukan transfer teknologi,” tegasnya.
Tag: #portugal #lirik #komoditas #perikanan #maluku #peluang #menjanjikan