Adu Laba Perbankan Besar Sepanjang 2025, Siapa Juaranya?
Ilustrasi Bank Digital. Bank digital tanpa biaya admin kini semakin banyak diminati. Selain hemat, layanan ini menawarkan kemudahan transaksi sepenuhnya secara online. Simak daftar bank digital()
13:08
11 Februari 2026

Adu Laba Perbankan Besar Sepanjang 2025, Siapa Juaranya?

Laba bank besar di Indonesia mayoritas masih tumbuh sepanjang 2025. Kinerja ini sejalan dengan ekspansi kredit dan pertumbuhan dana masyarakat.

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mencatat laba bersih terbesar pada 2025. Nilainya mencapai Rp 57,5 triliun.

Catatan ini dibuat dengan asumsi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI belum merilis laporan keuangan penuh 2025. Hingga November 2025, BRI membukukan laba bank only Rp 45,44 triliun. Angka itu turun 9,12 persen secara tahunan.

Bank Mandiri sebagai bank milik negara mencatat laba bersih Rp 56,3 triliun sepanjang 2025.

Baca juga: Laba Bank Neo Commerce Melejit Jadi Rp 464 Miliar, Tumbuh 100 Kali Lipat

Pertumbuhan laba tidak terlepas dari fungsi intermediasi. Penyaluran kredit menjadi penopang utama.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit perbankan pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen secara tahunan menjadi Rp 8.585 triliun. Kredit investasi tumbuh paling tinggi, naik 20,81 persen secara tahunan. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas penanaman modal.

Kredit konsumsi tumbuh 6,58 persen secara tahunan. Kredit modal kerja naik 4,52 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit diikuti kenaikan dana masyarakat. Pada Desember 2025, dana masyarakat tumbuh 13,83 persen secara tahunan menjadi Rp 10.059 triliun. Giro naik 19,13 persen. Tabungan tumbuh 8,19 persen. Deposito meningkat 14,28 persen.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit 2025 sebesar 9,6 persen secara tahunan. Angka ini berada dalam kisaran proyeksi 8 hingga 11 persen.

Memasuki 2026, kredit diperkirakan tumbuh 8 hingga 12 persen secara tahunan. Kebijakan makroprudensial tetap mendukung pertumbuhan dengan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Berikut perbandingan laba bersih bank besar sepanjang 2025:

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba konsolidasi Rp 56,3 triliun. Laba tumbuh 0,93 persen dibanding 2024 sebesar Rp 55,78 triliun.

Total aset naik 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp 2.829,9 triliun. Kredit tumbuh 13,4 persen menjadi Rp 1.895,0 triliun. Dana masyarakat mencapai Rp 2.105,8 triliun atau naik 23,9 persen.

Rasio kredit bermasalah gross tercatat 0,96 persen pada akhir 2025. Angka ini berada di bawah rata-rata industri.

Baca juga: Adu Laba Bank Pelat Merah di Semester I 2025, Siapa Paling Cuan?

BCA

BCA mencatat laba bersih Rp 57,5 triliun. Laba tumbuh 4,9 persen dibanding 2024 sebesar Rp 54,8 triliun.

Kredit dan pembiayaan anak usaha tumbuh 7,7 persen menjadi Rp 993 triliun. Kredit usaha naik 9,9 persen menjadi Rp 756,5 triliun.

Pembiayaan konsumer tercatat Rp 224,1 triliun. KPR mencapai Rp 142,3 triliun. Kredit kendaraan bermotor Rp 56,6 triliun.

Dana masyarakat tumbuh 10,2 persen menjadi Rp 1,25 kuadriliun.

BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi Rp 20 triliun. Laba turun 6,97 persen dibanding 2024 sebesar Rp 21,5 triliun.

Kredit tumbuh 15,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding 2024 sebesar 11,6 persen.

Pertumbuhan kredit ditopang dana murah. CASA tumbuh 28,9 persen. Giro naik 43,8 persen. Tabungan meningkat 11,2 persen.

Rasio kredit bermasalah turun 10 basis poin menjadi 1,9 persen.

BSI

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 7,57 triliun. Laba naik 8,02 persen dibanding 2024 sebesar Rp 7 triliun.

Aset tumbuh 11,64 persen menjadi Rp 457 triliun. Dana masyarakat naik 16,20 persen. Pembiayaan tumbuh 14,49 persen.

Layanan emas melonjak 78,60 persen menjadi Rp 22,9 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah turun menjadi 1,81 persen.

BTN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 3,5 triliun. Laba naik 16,4 persen dibanding 2024 sebesar Rp 3 triliun.

Total aset mencapai Rp 527,8 triliun atau naik 12,4 persen. Kredit dan pembiayaan tumbuh 11,9 persen menjadi Rp 400,6 triliun.

Rasio kredit bermasalah gross turun menjadi 3,1 persen dari 3,2 persen pada 2024. Dana masyarakat tumbuh 14,6 persen menjadi Rp 437,4 triliun.

Tag:  #laba #perbankan #besar #sepanjang #2025 #siapa #juaranya

KOMENTAR