4 Penyebab Umum Kompresi Mesin Motor Bocor yang Sering Diabaikan
Mahasiswa mengonversi motor konvensional menjadi motor listrik di bengkel motor listrik Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, Rabu (22/5/2024). (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
14:52
11 Februari 2026

4 Penyebab Umum Kompresi Mesin Motor Bocor yang Sering Diabaikan

- Tenaga motor yang tiba-tiba melemah, tarikan berat, atau mesin susah hidup sering kali bukan sekadar masalah sepele. Salah satu penyebab yang kerap luput dari perhatian adalah kebocoran kompresi mesin. Padahal, kompresi punya peran vital dalam menjaga performa mesin tetap optimal.

Masalahnya, kebocoran kompresi tidak selalu bisa terdeteksi hanya dari pemeriksaan luar. Banyak kasus justru bersumber dari komponen internal mesin yang aus secara bertahap akibat pemakaian jangka panjang atau perawatan yang kurang tepat.

Nah, supaya kamu tidak salah langkah, ini 4 penyebab umum kompresi mesin motor bocor yang wajib kamu tahu seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Ring Piston Aus atau Rusak

Ring piston bertugas menjaga tekanan kompresi agar tetap berada di dalam ruang bakar. Seiring waktu dan pemakaian, ring piston bisa mengalami keausan, menipis, atau kehilangan elastisitasnya. Saat kondisinya sudah tidak optimal, ring piston tidak lagi mampu menutup rapat celah antara piston dan dinding silinder.

Akibatnya, tekanan kompresi bocor ke ruang bawah piston dan tenaga mesin pun menurun. Kondisi ini paling sering terjadi pada motor dengan jarak tempuh tinggi atau motor yang jarang mendapatkan perawatan pelumasan secara rutin. Kalau dibiarkan, konsumsi oli bisa ikut meningkat dan performa mesin makin drop.

2. Dinding Silinder Mengalami Keausan

Selain ring piston, kondisi dinding silinder juga sangat berpengaruh terhadap kompresi mesin. Dinding silinder yang aus, baret, atau tidak lagi rata membuat ring piston sulit bekerja maksimal dalam menahan tekanan pembakaran.

Keausan ini biasanya dipicu oleh kualitas oli yang tidak sesuai, pelumasan yang kurang baik, atau interval ganti oli yang terlalu lama. Kalau kamu rutin mengganti oli dengan spesifikasi yang tepat, keausan silinder bisa diperlambat dan tekanan kompresi mesin tetap terjaga lebih lama.

3. Klep Tidak Menutup Sempurna

Klep berfungsi mengatur keluar-masuknya campuran bahan bakar dan gas buang. Jika klep mengalami keausan, bengkok, atau tertutup kerak karbon, proses penutupannya tidak lagi rapat. Celah kecil pada klep inilah yang menjadi jalur bocornya tekanan kompresi.

Masalah klep biasanya ditandai dengan mesin pincang, suara mesin kasar, hingga tenaga motor terasa jauh berkurang. Dalam beberapa kasus, motor juga jadi sulit langsam atau sering mati mendadak. Penyetelan dan perawatan klep secara berkala sangat penting untuk mencegah masalah ini.

4. Gasket Kepala Silinder Rusak

Gasket kepala silinder berfungsi sebagai penyekat antara blok mesin dan kepala silinder. Jika gasket ini rusak atau bocor, kebocoran kompresi bisa terjadi dalam skala yang cukup serius. Tekanan pembakaran tidak lagi tertahan dengan baik dan performa mesin langsung menurun drastis.

Bukan cuma itu, gasket yang rusak juga berisiko menyebabkan oli bercampur dengan cairan pendingin atau gas buang. Kondisi ini tergolong darurat dan tidak boleh ditunda penanganannya, karena bisa memicu kerusakan mesin yang lebih parah dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #penyebab #umum #kompresi #mesin #motor #bocor #yang #sering #diabaikan

KOMENTAR