Purbaya-Trenggono Ribut Anggaran Kapal, Komisi IV Minta Komunikasi Kabinet Dibenahi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
16:42
11 Februari 2026

Purbaya-Trenggono Ribut Anggaran Kapal, Komisi IV Minta Komunikasi Kabinet Dibenahi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pola komunikasi di internal kabinet dibenahi, menyusul polemik antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terkait anggaran pengadaan kapal.

Alex menilai, pola komunikasi terbuka sebenarnya bukan hal baru.

Namun, kali ini pernyataan tersebut ditanggapi secara terbuka pula sehingga memunculkan polemik di ruang publik.

“Yang kita lihat pola komunikasi Pak Purbaya terbuka di mana saja, hanya kali ini ditanggapi oleh Pak Trenggono secara terbuka juga,” ujar Alex kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Duduk Perkara Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan Menkeu Purbaya Saling Sindir soal Proyek Kapal

Dia berharap polemik semacam itu tidak terulang dan komunikasi di internal kabinet dapat diperbaiki agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Tentu kami berharap pola komunikasi di internal kabinet dibenahi sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini,” kata dia.

Terkait anggapan bahwa polemik tersebut mencerminkan lemahnya koordinasi antar kementerian, Alex justru berpandangan sebaliknya.

Dia menilai persoalan lebih pada informasi yang tidak lengkap disampaikan dalam forum publik.

“Sepertinya ini bukan masalah koordinasi tetapi informasi yang tidak lengkap dibawa ke dalam sebuah acara publik,” ujar politikus PDI-P itu.

Alex juga menanggapi kabar mencuatnya isu perombakan kabinet atau reshuffle akibat polemik tersebut.

Baca juga: Saling Sindir soal Anggaran Proyek Kapal, Purbaya Sebut Trenggono Sahabatnya

Dia berharap jika reshuffle benar terjadi, langkah itu didasarkan pada kepentingan substantif bagi rakyat dan bukan karena polemik tersebut.

“Saya berharap andai terjadi reshuffle karena alasan yang substansi demi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan karena hal seperti ini,” pungkas Alex.

Diberitakan sebelumnya, perdebatan terbuka antara Purbaya dan Trenggono bermula dari pernyataan Menteri Keuangan dalam sebuah Focus Group Discussion Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Forum tersebut membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional.

Dalam kesempatan itu, Purbaya mempertanyakan realisasi pesanan kapal kepada pengusaha galangan yang tergabung dalam Kadin.

Dia menyebut anggaran telah tersedia, namun pesanan belum terealisasi.

“Berapa dari Anda yang sudah menerima order dari Kementerian Kelautan dan Perikanan? Kan aneh tidak masuk akal, uangnya sudah saya keluarkan. Ordernya tidak ada. Ini apa-apaan,” kata Purbaya dalam video yang beredar.

Baca juga: Ribut dengan Menteri Trenggono, Purbaya: Mungkin Data Saya Salah

Dia mempertanyakan kendala yang membuat pemesanan belum berjalan serta menyinggung peran Kadin dan Kementerian Perindustrian.

Menurut Purbaya, industri galangan kapal nasional memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, tetapi belum berkembang optimal karena minim kesempatan.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma tidak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar dia.

Pada hari yang sama, Trenggono merespons melalui akun Instagram pribadinya.

Dia mengaku tidak memahami dana proyek pembangunan kapal yang dimaksud oleh Purbaya.

“Saya tidak mengerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman Inggris, dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono, Selasa (10/2/2026) malam.

Trenggono menjelaskan, eksekusi pinjaman dari Inggris tidak dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, melainkan Badan Logistik Pertahanan.

Dia menegaskan, dana pembangunan kapal tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni, melainkan dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris.

Baca juga: Menteri KP Protes Menkeu soal Proyek Kapal: Sebaiknya Purbaya Validasi Data Dulu...

KKP hanya memfasilitasi aspek teknis dan tenaga kerja.

“Jadi sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” ujar Trenggono.

Dia juga meminta agar data divalidasi sebelum disampaikan ke publik.

“Sebaiknya Purbaya validasi data dulu sebelum menyampaikan seperti itu,” kata Trenggono.

Tag:  #purbaya #trenggono #ribut #anggaran #kapal #komisi #minta #komunikasi #kabinet #dibenahi

KOMENTAR