Jelang Negosiasi BEI dan MSCI, IHSG Sesi I Melonjak 1,60 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,60 persen pada penutupan perdagangan sesi satu, Rabu (11/2/2026), jelang pertemuan negosiasi antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung sore ini.
Berdasarkan data BEI, IHSG dibuka di level 8.152,785 dan bergerak konsisten di zona hijau.
Indeks sempat menyentuh level terendah di 8.118,163 sebelum melanjutkan penguatan hingga mencapai posisi tertinggi harian di 8.276,018.
Volume perdagangan mencapai 37,706 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,916 triliun.
Frekuensi perdagangan menembus 2.101.361 kali transaksi.
Adapun mayoritas saham berada di zona hijau dengan 531 saham menguat, 153 saham melemah, dan 135 saham stagnan.
Negosiasi BEI dan MSCI
BEI dijadwalkan kembali bernegosiasi dengan MSCI pada Rabu sore ini.
Pertemuan itu untuk membahas sejumlah usulan perubahan kebijakan pasar modal Indonesia.
Pertemuan tersebut juga merupakan kelanjutan dialog antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization yang digelar pada 2 dan 5 Februari 2025 lalu, terutama setelah otoritas pasar modal menyampaikan proposal resmi kepada MSCI.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebut terdapat tiga pokok usulan yang akan didiskusikan secara mendalam.
Pertama, pembahasan granularisasi kategori investor agar lebih detail dan mencerminkan struktur kepemilikan pasar yang sebenarnya.
Saat ini ada sembilan kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan akan diperluas menjadi 28 subkategori.
“Seperti yang kami sampaikan tadi bahwa tanggal 5 Februari kita sudah menyampaikan proposal kepada MSCI. Yang tiga poin tadi, yaitu tadi granularisasi dari kategori investor,” ujar Jeffrey saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Senin (29/2/2026).
Kedua, perluasan keterbukaan informasi kepemilikan saham.
Jika sebelumnya keterbukaan hanya mencakup kepemilikan di atas 5 persen, ke depan akan diperluas hingga kepemilikan saham di atas 1 persen. “Dari shareholders name dari 5 persen menjadi 1 persen. Serta kita juga akan komunikasikan rencana penerapan peraturan terkait free float. Itu yang akan kita diskusikan di hari Rabu nanti,” paparnya.
Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float bagi emiten.
Ambang batas minimum free float akan dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Menurutnya, pertemuan tersebut bersifat dua arah.
BEI akan memaparkan secara komprehensif usulan yang telah disiapkan, sekaligus mendengarkan pandangan MSCI mengenai kesesuaian proposal tersebut dengan metodologi yang berlaku.
“Kami ingin memastikan apakah yang kami usulkan sudah sesuai dengan metodologi MSCI atau masih ada aspek teknis yang perlu disesuaikan. Dari diskusi itu, masing-masing pihak tentu dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan,” lanjut Jeffrey.