Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran
11:54
11 Februari 2026

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Baca 10 detik
  • Harga minyak stabil pada Rabu, 11 Februari 2026, dipengaruhi dialog AS-Iran dan ketidakpastian geopolitik global.
  • Dialog AS dan Iran berlanjut pasca pertemuan di Oman, namun rencana pengiriman kapal induk AS memicu kekhawatiran pasar.
  • Fokus pasar tertuju pada data stok minyak mingguan EIA hari Rabu setelah API melaporkan lonjakan persediaan mentah signifikan.

Harga minyak stabil pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, seiring sikap pelaku pasar yang masih memantau perkembangan dialog antara AS dan Iran. Meski demikian, harga tetap bertahan di level stabil berkat dukungan dari sentimen ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi pasar.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 23 sen, atau 0,3 persen, menjadi 69,03 dolar AS per barel pada pukul 01.00 GMT (08.00 WIB). Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 23 sen, atau 0,4 persen menjadi 64,19 dolar AS.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan, pada hari Selasa bahwa pembicaraan nuklir dengan AS memungkinkan Teheran untuk mengukur keseriusan Washington dan menunjukkan konsensus yang cukup untuk melanjutkan jalur diplomatik.

Pertemuan yang berlangsung di Oman pekan lalu tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan setelah pengerahan armada tempur AS oleh Presiden Donald Trump, di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik militer baru.

Harga minyak sempat melandai setelah Menlu Oman melaporkan adanya kemajuan positif dalam dialog keamanan antara AS dan Iran.

Namun, optimisme pasar terhadap perdamaian kembali luntur akibat laporan analis ANZ yang menyoroti rencana AS mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai langkah antisipasi jika diplomasi buntu.

Presiden Trump mengonfirmasi pertimbangan pengiriman armada tambahan tersebut pada Selasa, di tengah persiapan kedua negara untuk kembali bernegosiasi guna menghindari pecahnya konflik baru.

Di sisi lain, fokus pasar kini tertuju pada rilis data stok minyak mingguan dari EIA yang akan keluar pada hari Rabu.

Survei Reuters memproyeksikan kenaikan stok minyak mentah sebesar 800.000 barel untuk periode pekan yang berakhir 6 Februari.

Sebaliknya, stok bensin dan produk distilat diprediksi menyusut masing-masing sebesar 400.000 dan 1,3 juta barel.

Namun, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan lonjakan yang jauh lebih tinggi. Menurut sumber pasar pada Selasa, American Petroleum Institute mencatat persediaan minyak mentah AS melonjak hingga 13,4 juta barel pada periode yang sama.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #harga #minyak #stabil #tengah #ketegangan #diplomatik #iran

KOMENTAR