Keanggunan Bunga Calla Lily dalam Koleksi Terbaru Lia Soraya di IFA 2026
- Desainer Lia Soraya kembali memamerkan karya terbarunya dalam perhelatan Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Koleksi Hari Raya Idul Fitri bertajuk "Calla Lily" ini membawa pesan tentang kekuatan dan kemurnian perempuan melalui bunga Calla Lily.
"Calla Lily adalah bunga yang sangat punya karakter. Karakernya adalah kelopak tunggal, yang menjadi inspirasi tema kami," ungkap Lia dalam konferensi pers IFA 2026 di lokasi, Selasa.
Baca juga: Adrian Gan Merangkum Perjalanan 40 Tahun di dunia Fashion Lewat Koleksi Seance
Koleksi "Calla Lily" merepresentasikan keindahan perempuan yang bersumber dari ketenangan batin, kemurnian, dan keteguhan hati.
Terinspirasi dari bentuk bunga Calla Lily yang tampak sederhana tetapi kokoh, rangkaian busana ini memadukan kelembutan dengan kekuatan karakter, untuk menonjolkan citra perempuan modern yang berani dan tangguh.
Perpaduan unsur organik dan kontemporer
Lia menjadikan motif Calla Lily sebagai elemen visual utama, guna memperhalus karakter setiap potong busananya.
Koleksi dari desainer Lia Soraya dalam Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Motif floral tersebut dikombinasikan dengan sentuhan garis geometris modern, sehingga menciptakan keselarasan antara unsur organik dan kontemporer, yang memberikan kesan mewah dan berkelas.
Untuk menghadirkan tampilan yang lebih dinamis, koleksi ini diperkaya dengan teknik ilusi draping yang mengalir, serta detail plisket untuk memberikan dimensi tekstur.
Permainan lipit ini tidak hanya menambah kedalaman visual, tetapi juga menciptakan efek gerak yang anggun saat busana digunakan.
Siluet modern dan material eksklusif
Koleksi "Calla Lily" dituangkan ke dalam berbagai siluet, seperti A-line, trumpet, dan potongan asimetris yang terasa ringan serta modern.
Desain ini dirancang agar memberikan kesan anggun yang effortless, sehingga fleksibel untuk dikenakan dalam berbagai suasana, mulai dari acara kasual hingga semi-formal.
Pemilihan material seperti organdi, linen, satin, lace, hingga semi-wool, menciptakan struktur busana yang ringan, tetapi tetap eksklusif.
Detail busana semakin dipertegas melalui teknik printing, embroidery, lace, serta sentuhan kristal dan mote yang menambah kemewahan tanpa terkesan berlebihan.
Baca juga: Makna di Balik Koleksi 11/11 Harry Halim, Bentuk Kehilangan dan Penerimaan
Koleksi dari desainer Lia Soraya dalam Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026 di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Narasi ketulusan dalam palet warna
Makna di balik floral menjadi bagian inti dari narasi koleksi ini. Bordir bunga Calla Lily melambangkan ketulusan hati dan kecantikan alam yang abadi.
Sementara itu, motif sulur dan garis geometris mencerminkan kekuatan perempuan yang bebas, tetapi tetap memegang teguh prinsip hidup.
Palet warna yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nude, denim, hitam, etoupe, hingga broken white. Kehadiran warna orange memberikan percikan energi dan kehangatan yang menyempurnakan keseluruhan tampilan.
Detail tambahan seperti bordir bunga 3D dan ruffle menjadi identitas kuat yang mempertegas sisi feminin, percaya diri, dan autentik dari setiap pemakainya.
Melalui busana-busana ini, Lia berharap agar koleksi "Calla Lily" mampu menemani perempuan dalam mengekspresikan jati diri yang kuat, tetapi tetap lembut, selaras dengan ritme keanggunan perempuan modern saat ini.
Baca juga: Rilis Koleksi Marine Debris, Organic Culture Angkat Isu Sampah dan Biota Laut
Tag: #keanggunan #bunga #calla #lily #dalam #koleksi #terbaru #soraya #2026