Bansos 2025 Mengalir, Bank Mandiri Jangkau 7,45 Juta KPM
Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan IV/2025 Bank Mandiri.(DOK. Bank Mandiri )
12:44
11 Februari 2026

Bansos 2025 Mengalir, Bank Mandiri Jangkau 7,45 Juta KPM

— Ketimpangan pengeluaran masyarakat di Indonesia menunjukkan perbaikan sepanjang 2025, seiring berjalannya program perlindungan sosial pemerintah yang menjaga daya beli kelompok rentan.

“Kami akan terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang terkait langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas, guna memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per September 2025, ketimpangan pengeluaran yang diukur melalui Gini Ratio berada di level 0,363. Angka ini turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025, menandakan distribusi pengeluaran yang kian merata.

Sejalan dengan itu, peran lembaga keuangan menjadi bagian dari ekosistem penyaluran bantuan. Sepanjang 2025, Bank Mandiri menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 123 kota dan kabupaten melalui Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan melalui Penyaluran Bansos, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Sepanjang 2025

Penyaluran Periodik dan Akurasi Data

Penyaluran bantuan dilakukan secara periodik sepanjang 2025 sesuai ketentuan pemerintah. Proses pendataan dan pemutakhiran data penerima manfaat dilakukan secara reguler melalui mekanisme terintegrasi.

Riduan menjelaskan, perseroan memperkuat ekosistem penyaluran bantuan agar bantuan diterima secara tepat sasaran dan tepat waktu. Koordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan dilakukan sejak tahap validasi data hingga distribusi di lapangan.

Menurut Riduan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan program perlindungan sosial yang menjadi prioritas pemerintah. Ia menekankan pentingnya akurasi data agar manfaat bantuan benar-benar dirasakan kelompok sasaran.

Penyaluran bansos yang tepat sasaran dinilai berkontribusi menjaga daya beli masyarakat rentan, sekaligus menopang stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah dinamika ekonomi.

Baca juga: Pos Indonesia Telah Salurkan BLTS ke 5,5 Juta KPM, Simak Mekanisme Pencairannya

Dorong Penerima Keluar dari Daftar Bansos

Selain menyalurkan bantuan, Bank Mandiri juga terlibat dalam program pemerintah yang mendorong penerima bansos agar secara bertahap keluar dari daftar penerima. Pemerintah menargetkan lebih dari 300.000 orang dapat lepas dari daftar penerima bansos pada akhir 2026.

Program tersebut diarahkan agar penerima bansos mulai merintis usaha kecil dengan penghasilan berkelanjutan. Pada Triwulan IV 2025, Bank Mandiri melakukan sosialisasi kepada penerima yang telah memulai usaha, termasuk materi motivasi, pengelolaan keuangan, dan penguatan pemasaran.

“Melalui koordinasi yang erat dengan kementerian dan pemangku kepentingan, Bank Mandiri memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan,” kata Riduan, menegaskan komitmen dukungan terhadap program prioritas pemerintah.

Tag:  #bansos #2025 #mengalir #bank #mandiri #jangkau #juta

KOMENTAR