Sambut Ramadhan, Leasing Genjot Pembiayaan Multiguna
Perusahaan pembiayaan mulai menggenjot pembiayaan multiguna menjelang Ramadhan.
Produk ini dipandang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan konsumtif masyarakat.
Head of Regional SSD Jabodetabek 2 Adira Finance Nanang Kurniawan mengatakan fokus pertumbuhan diarahkan ke multi purpose loan atau MPL.
"Kalau di multi purpose (loan) yang kita cukup atensi untuk naik 20 persen," kata dia saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: 2026, BTN Bakal Luncurkan Produk Paylater hingga Kredit Kendaraan Bermotor
Pembiayaan multiguna merupakan fasilitas pinjaman dengan agunan. Dana pinjaman digunakan untuk kebutuhan konsumtif, seperti renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.
Skema ini menawarkan tenor tetap dan proses pencairan relatif cepat. Produk tersebut dinilai fleksibel untuk berbagai kebutuhan personal.
Nanang menambahkan, target pertumbuhan pembiayaan non-auto tahun ini juga dipatok naik 20 persen.
Tren Ramadhan disebut kerap mendorong permintaan pembiayaan multiguna.
"Kalau trennya seharusnya si naik ya," ujar dia.
Sejak awal tahun, Adira Finance mencatat sejumlah agenda yang menjadi pendorong pembiayaan. Rangkaian itu mencakup Indonesia International Motor Show 2026, Tahun Baru Imlek, serta Ramadhan.
"Kami berharap di Februari sampai Maret nanti, kita multi purpose khususnya tumbuh di double digit juga," kata Nanang.
Baca juga: Kekerasan Oknum Debt Collector dan Jual Beli STNK Only, Alarm Keras Industri Leasing
Dorong perluasan nasabah multiguna
Adira Finance terus memperluas basis nasabah produk multiguna. Fokus tidak hanya menyasar nasabah pembiayaan kendaraan.
Target pasar juga mencakup nasabah baru dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor.
Nanang menjelaskan, porsi nasabah non-debt tahun lalu masih di bawah 20 persen. Perseroan menargetkan porsi tersebut naik tahun ini.
"Jadi kita tahun ini mau masuk di atas 20 persen-an," ujar dia.
Berbagai program ditawarkan untuk menarik minat debitor. Salah satunya berupa hadiah umrah.
Perseroan juga menyiapkan tarif bunga yang kompetitif.
"Kami memanjakan nasabah dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang kita punya," ucap Nanang.
Antisipasi risiko pembiayaan macet
Ramadhan sering menjadi periode peningkatan penyaluran pembiayaan. Risiko pembiayaan bermasalah juga ikut meningkat.
"Tren (dari tahun ke tahun) pasti ada koreksi dari quality lah ya, trennya pasti naik," ujar Nanang.
Antisipasi dilakukan sejak tahap awal pengajuan hingga pencairan. Proses verifikasi memanfaatkan data kependudukan.
"Sekarang sudah ada NIK, NIK-nya nasabah itu nomor penduduk itu kan terkoneksi ke mana-mana ya," kata dia.
Edukasi kepada nasabah juga diperkuat. Langkah ini bertujuan menekan risiko gagal bayar.
"Dan tidak coba-coba untuk ambil kendaraan atau ambil dana tetapi tidak memikirkan angsurannya, itu kami edukasi dulu," ujar Nanang.
Tenaga pemasar juga diarahkan menjalankan proses sesuai ketentuan. Edukasi menjadi bagian dari penawaran produk.
Rasio pembiayaan bermasalah Adira Finance tahun lalu tercatat di bawah 2 persen. Target tahun ini dipatok tetap di bawah level tersebut.
Head of Regional SSD Jabodetabek 1 Adira Finance Adhika Baluh Sempana menyebut strategi mitigasi risiko berjalan konsisten sepanjang tahun.
"Biasanya kan nasabah pulang kampung, dananya terpakai, tapi juga next-nya mereka lancar (bayar angsuran)," ujar dia.
Tren pembiayaan awal tahun
Adhika menuturkan, awal tahun diwarnai peningkatan minat kendaraan listrik. Pameran IIMS 2026 menjadi salah satu pemicunya.
"Kalau untuk car, memang tren kenaikan itu ada di mobil listrik ya," kata dia.
Minat tersebut juga diikuti pertumbuhan pembiayaan motor asal China. Permintaan motor listrik di Jabodetabek masih terbatas.
Insentif pajak kendaraan listrik ikut menarik perhatian konsumen. Faktor ini mendorong permintaan pembiayaan mobil listrik.
Pembiayaan multiguna dorong kredit konsumer
Sebagai bagian ekosistem PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Adira Finance mengandalkan pembiayaan multiguna sebagai penopang pertumbuhan.
Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya memproyeksikan kredit kendaraan tumbuh sekitar 20 persen tahun ini.
"Lebih landai, tapi volume-nya lebih besar," ujar Ivan.
Strategi pertumbuhan juga mencakup optimalisasi pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB.
"Jadi dengan jaminan BPKB kemudian bisa memberikan loan. Itu biasanya ada tambahan 10 persen," ucap Ivan.
Penyaluran kredit konsumer sepanjang 2025 tercatat tumbuh 12 hingga 15 persen secara tahunan.
Tag: #sambut #ramadhan #leasing #genjot #pembiayaan #multiguna