Wall Street Bangkit dari Tekanan, Saham Teknologi Jadi Penopang Utama
Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street.(SHUTTERSTOCK/STUART MONK)
07:12
10 Februari 2026

Wall Street Bangkit dari Tekanan, Saham Teknologi Jadi Penopang Utama

- Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/2/2026) waktu setempat. Kinerja positif ini ditopang penguatan saham-saham teknologi yang mendorong S&P 500, sementara Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor baru.

Penguatan terjadi di tengah sikap wait and see investor yang menanti rilis data ekonomi penting, serta laporan keuangan emiten, setelah pasar melewati sepekan perdagangan yang bergejolak.

Mengutip CNBC, Selasa (10/2/2026), Indeks S&P 500 melanjutkan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dengan menguat 0,47 persen dan ditutup di level 6.964,82. Indeks Dow Jones naik tipis 20,20 poin atau 0,04 persen ke posisi 50.135,87.

Sepanjang sesi perdagangan, Dow sempat menyentuh level tertinggi intraday sepanjang masa sekaligus mencetak rekor penutupan baru. Adapun Nasdaq Composite melonjak 0,9 persen dan berakhir di level 23.238,67.

Baca juga: Ditopang Performa Wall Street, Harga Bitcoin Tembus Rp 1,18 Miliar

Saham teknologi kembali menjadi penopang utama pasar. Nvidia dan Broadcom kembali menonjol dengan masing-masing menguat 2,5 persen dan 3,3 persen, melanjutkan reli dari sesi sebelumnya. Saham Oracle juga melesat 9,6 persen setelah D.A. Davidson menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi “beli” dari “netral”, didorong optimisme terhadap OpenAI dan para penerima manfaatnya.

Penguatan ini terjadi setelah indeks-indeks utama rebound pada Jumat lalu, ketika Dow Jones menembus level 50.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, menyusul tekanan besar yang sempat terjadi di awal pekan. Aksi jual kala itu dipicu oleh pelemahan saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak.

Pada saat yang sama, Bitcoin sempat anjlok sebelum kembali pulih terbatas seiring investor mengambil sikap risk-off.

“Kini investor bertanya, apakah rebound besar ini punya daya tahan? Apakah ini peluang beli, atau justru jebakan yang bisa berujung kerugian?” ujar Sam Stovall dari CFRA Research.

Ia menjelaskan, rasio price-to-earnings forward sektor teknologi kini berbalik dari premi 17 persen menjadi diskon sekitar 8 persen dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir.

“Dari sudut pandang itu, valuasinya terlihat lebih menarik dan mungkin belum saatnya meninggalkan saham teknologi,” kata Stovall.

Meski demikian, rotasi keluar dari saham teknologi masih berpotensi terulang pada pekan ini, bergantung pada hasil laporan kinerja emiten. Sejumlah perusahaan besar dijadwalkan merilis laporan keuangan, di antaranya Coca-Cola dan Ford Motor pada Selasa.

Pelaku pasar juga menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS periode Januari dari Bureau of Labor Statistics yang akan diumumkan Rabu. Data tersebut semula dijadwalkan rilis Jumat lalu, namun tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan.

Laporan ini menyusul data dari ADP yang menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya 22.000 orang pada Januari, jauh di bawah ekspektasi. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan laporan resmi akan mencatat kenaikan sekitar 55.000 tenaga kerja.

Selain itu, pasar juga menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari pada Jumat. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan berada di level 2,5 persen.

Tag:  #wall #street #bangkit #dari #tekanan #saham #teknologi #jadi #penopang #utama

KOMENTAR