Harga Bitcoin Tertekan ke Bawah 70.000 Dollar AS, Pasar Kripto Masih Volatil
Ilustrasi bitcoin. Harga bitcoin (BTC) kembali menguat ke level 70.000 dollar AS pada Jumat (6/2/2026), setelah sebelumnya sempat jatuh tajam ke 61.000 dollar AS(WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)
08:52
10 Februari 2026

Harga Bitcoin Tertekan ke Bawah 70.000 Dollar AS, Pasar Kripto Masih Volatil

- Pasar kripto bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Di mana harga Bitcoin (BTC) sebagai aset terbesar tertekan di bawah 70.000 dollar Amerika Serikat (AS) selama perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (10/2/2026) pukul 07.38 WIB, harga Bitcoin tercatat di level 69.966,46 dollar AS, turun 0,59 persen. Adapun volume transaksi satu hari mencapai 51,12 miliar dollar AS.

Tekanan pada Bitcoin juga tercermin dari kinerja jangka menengahnya. Untuk tujuh hari, Bitcoin terkoreksi 11,15 persen. Pelemahan berlanjut dalam horizon 30 hari dengan penurunan 22,63 persen, bahkan untuk 90 hari menyentuh 32,06 persen.

Meski demikian, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap dominan dengan nilai sekitar 1,39 triliun dollar AS, dominasi pasar berada di 58,58 persen. Jumlah pasokan yang beredar sebanyak 19,98 juta BTC dari total pasokan maksimum 21 juta.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun ke 69.037 Dollar AS, Pasar Kripto Masih Gelisah

Pergerakan aset kripto utama lainnya menunjukkan kinerja yang beragam. Ethereum (ETH), yang berada di peringkat kedua kapitalisasi pasar, diperdagangkan di posisi 2.104,45 dollar AS, menguat 1,05 persen.

Tether (USDT) dijual di 0,9995 dollar AS, XRP di level 1,439 dollar AS, menguat 0,65 persen, sedangkan BNB melemah 0,45 persen ke harga 637,40 dollar AS.

Adapun USD Coin (USDC) di kisaran 0,9998 dollar AS, turun tipis 0,02 persen. Sementara Solana (SOL) berada di level 86,62 dollar AS, melemah 0,22 persen.

Pasar derivatif Bitcoin masih menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian, meskipun harga sempat bangkit kembali ke kisaran 70.000 dollar AS. Pergerakan ini belum sepenuhnya direspons positif oleh pelaku pasar, karena trader cenderung tetap mengambil posisi aman dan belum berani memasang taruhan besar untuk kenaikan lanjutan.

Mengutip Bloomberg, salah satu sinyalnya terlihat dari funding rate pada kontrak Bitcoin perpetual, yakni biaya yang dibayarkan antara posisi beli (long) dan jual (short). Saat ini, funding rate masih berada di bawah nol. Pola ini lazim dibaca sebagai sinyal bearish, karena menunjukkan pelaku pasar masih mengantisipasi penurunan harga atau meminta kompensasi lebih besar untuk menahan posisi beli.

Selain itu, minat transaksi di pasar derivatif juga belum pulih. Data dari Coinglass menunjukkan open interest atau jumlah kontrak berjangka Bitcoin yang masih terbuka turun sekitar 50 persen dibandingkan puncaknya pada Oktober lalu. Artinya, banyak pelaku pasar belum kembali masuk dan masih ragu dengan arah pergerakan harga.

Padahal, Bitcoin sempat memantul dari kisaran 60.000 dollar AS ke sekitar 70.000 dollar AS. Namun, pada Senin lalu tidak terlihat peningkatan minat transaksi yang signifikan, menandakan pemulihan harga belum diikuti kepercayaan pasar.

“Likuiditas dan kedalaman pasar menurun cukup tajam sejak kejatuhan harga pada 10 Oktober. Karena itu, banyak pelaku pasar memilih mengurangi penggunaan utang (leverage) dan bersikap lebih konservatif,” ujar Andy Martinez, CEO Crypto Insights Group.

Menurutnya, pasar masih mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi sejak peristiwa tersebut.

Kondisi pasar yang hati-hati ini muncul setelah Bitcoin mengalami pergerakan harga yang sangat tajam dalam waktu singkat. Pada Kamis lalu, harga Bitcoin sempat jatuh hingga 60.033 dollar AS, level terendah sejak Oktober 2024. Sehari kemudian, harga melonjak cepat menembus 70.000 dollar AS, sebelum kembali turun ke bawah level itu pada awal pekan ini.

Tag:  #harga #bitcoin #tertekan #bawah #70000 #dollar #pasar #kripto #masih #volatil

KOMENTAR