Harga Bitcoin Turun ke 69.037 Dollar AS, Pasar Kripto Masih Gelisah
– Harga bitcoin (BTC) kembali turun ke bawah 70.000 dollar AS pada perdagangan Senin (9/2/2026), setelah mengalami pergerakan liar pada akhir pekan lalu.
Mengutip Bloomberg, aset kripto terbesar di dunia itu sempat bergerak stabil. Namun, sekitar pukul 07.20 waktu New York, harga bitcoin terkoreksi sekitar 2 persen ke level 69.037 dollar AS.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat berada di level 69.113,78 dollar AS atau turun 2.179,19 dollar AS (3,06 persen) pada pukul 13.21 UTC.
Meski demikian, pelemahan kali ini masih lebih moderat dibandingkan gejolak yang terjadi sebelumnya.
Baca juga: Bitcoin Menguat Terbatas, Kembali di Level 70.000 Dollar AS
Harga Bitcoin Sempat Anjlok dan Bangkit
Pada Kamis pekan lalu, harga bitcoin sempat merosot tajam ke 60.033 dollar AS. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2024. Namun sehari berselang, harga kembali melonjak hingga menembus 70.000 dollar AS.
Aksi jual besar-besaran itu turut mendorong lonjakan volatilitas. Indeks Volatilitas Tersirat Bitcoin Volmex melonjak di atas 97 persen.
Kenaikan intraday tersebut menjadi yang terbesar sejak runtuhnya bursa kripto FTX milik Sam Bankman-Fried pada 2022.
Volatilitas tinggi memang bukan hal baru di pasar kripto. Namun, penurunan harga bitcoin dari puncaknya di 126.000 dollar AS pada Oktober tahun lalu menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar.
Baca juga: Insiden Salah Transfer Bitcoin di Bithumb, Regulator Korsel Turun Tangan
Kondisi itu terjadi di tengah latar belakang Gedung Putih yang dinilai ramah terhadap kripto serta meningkatnya adopsi institusional.
Selain itu, bitcoin juga dinilai belum mampu berperan sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian geopolitik meningkat. Hal ini memunculkan keraguan atas narasi Bitcoin sebagai “emas digital”.
Investor Masih Berhati-hati
Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar masih bersikap waspada.
Chris Beauchamp, chief market analyst di platform investasi dan perdagangan IG, mengatakan bahwa meskipun harga kripto berhasil bangkit dari level terendah pekan lalu, belum terlihat dorongan kuat untuk kembali membeli saat harga murah.
Ia menilai, mata uang kripto membutuhkan momentum bullish. Namun, meski sempat pulih pekan lalu, momentum tersebut dinilai masih belum terbentuk secara kuat.
Baca juga: JPMorgan: Bitcoin Lebih Menarik dari Emas dalam Jangka Panjang
Pandangan serupa disampaikan Jeff Anderson, head of Asia di STS Digital. Ia memperkirakan likuiditas pasar akan menurun dan kondisi pasar yang gelisah dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka pendek.
Menurut dia, penurunan kembali ke bawah 70.000 dollar AS tidak terlalu signifikan. Pelaku pasar kini menunggu pergerakan lanjutan yang lebih berkelanjutan, baik jika harga turun di bawah 62.000 dollar AS maupun menembus di atas 76.000 dollar AS.
Meski pasar masih diliputi kehati-hatian, terdapat sinyal awal kembalinya optimisme. Pada 6 Februari 2026, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk dana sebesar 221 juta dollar AS.
Arus masuk ini terjadi ketika investor memanfaatkan penurunan harga setelah aksi jual tajam sebelumnya.
Tag: #harga #bitcoin #turun #69037 #dollar #pasar #kripto #masih #gelisah