Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga: Lampaui China, Uni Eropa...
Menko Airlangga Hartarto di Konferensi pers acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026), bersama Pjs Ketua-Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari. (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
06:24
6 Februari 2026

Ekonomi RI 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga: Lampaui China, Uni Eropa...

— Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat 5,11 persen secara tahunan dinilai menjadi sinyal ketahanan aktivitas domestik, terutama setelah dorongan belanja dan stimulus di akhir tahun.

Pemerintah melihat capaian ini sebagai modal untuk menjaga momentum ekonomi pada awal tahun berikutnya.

“Secara year on year (pertumbuhan ekonomi RI) adalah 5,11 persen, dan ini lebih tinggi dari China yang 5 persen, Arab Saudi 4,5 persen, Uni Eropa hanya tumbuh 1,5 persen. Nah tentu ini menjadi momentum untuk pertumbuhan yang kuat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, secara kuartalan ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV-2025.

Angka ini menjadi laju tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Kenaikan tersebut memperlihatkan adanya akselerasi aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Airlangga menilai, dibandingkan sejumlah negara lain, capaian Indonesia relatif kompetitif.

Ia menyebut posisi Indonesia berada di jajaran atas negara anggota G20, meski di kawasan ASEAN masih berada di bawah Vietnam yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11 Persen pada 2025, Masih Ditopang Pulau Jawa

Posisi Indonesia di Tengah Negara Lain

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. SHUTTERSTOCK/TENDO Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Menurut Airlangga, di antara negara-negara G20, Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi dalam hal pertumbuhan ekonomi.

Namun, di kawasan ASEAN, Vietnam masih mencatatkan laju ekspansi ekonomi sebesar 8,02 persen, melampaui Indonesia.

“Di antara negara G20 kita nomor tiga, kalau di ASEAN kita di bawah Vietnam,” katanya.

Perbandingan tersebut, menurut dia, memberikan gambaran bahwa ekonomi domestik masih bergerak relatif kuat di tengah dinamika global.

Pemerintah memandang stabilitas pertumbuhan di kisaran lima persen sebagai fondasi untuk menjaga aktivitas konsumsi dan investasi.

Baca juga: Ekonomi RI Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,39 Persen, Ini Penunjangnya

Stimulus dan Sektor Penopang

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan yang terjaga tidak lepas dari berbagai stimulus ekonomi yang digelontorkan pada akhir tahun. Salah satunya adalah realisasi bantuan langsung tunai yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Ini didukung oleh program realisasi bantuan langsung tunai kesra yang disalurkan di akhir tahun sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” kata dia.

Selain itu, stimulus berupa diskon tarif angkutan dinilai ikut mendorong mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun. Pemerintah juga meningkatkan belanja pada kuartal IV, yang tercatat tumbuh 44,2 persen.

“Jadi pemerintah mengelontorkan belanja di kuartal IV. Ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi,” ucap Airlangga.

Baca juga: Hadapi Tantangan Global, Pemerintah Perkuat Daya Beli dan Penyerapan Tenaga Kerja

Dari sisi komponen ekonomi, investasi tumbuh 6,12 persen, sementara ekspor-impor barang naik 7,03 persen. Secara sektoral, perdagangan tumbuh 6,07 persen; transportasi dan pergudangan 8,98 persen; pertanian 5,14 persen; serta akomodasi dan makanan-minuman 7,15 persen.

Menurut Airlangga, dukungan sektor-sektor tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang percepatan ekonomi pada akhir tahun.

Pemerintah berencana melanjutkan stimulus transportasi dan bantuan sosial pada kuartal I 2025 untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan.

“Ini menunjang pertumbuhan di kuartal keempat, dan kami akan ulangi stimulus transportasi dan stimulus bantuan sosial di kuartal pertama tahun ini,” kata dia.

Baca juga: Indikator Konsumsi Naik, Ekonom: Pemulihan Daya Beli Masyarakat Belum Fundamental

Tag:  #ekonomi #2025 #tumbuh #persen #airlangga #lampaui #china #eropa

KOMENTAR