Harga Naik Tajam, Minat Investasi Emas pada 2025 Justru Meningkat
Ilustrasi emas.(ANTARA FOTO/Khalis Surry)
08:12
6 Februari 2026

Harga Naik Tajam, Minat Investasi Emas pada 2025 Justru Meningkat

Laporan Gold Demand Trends: Full Year 2025 yang dirilis World Gold Council (WGC) mencatat, tahun 2025 menjadi periode bersejarah bagi pasar emas global.

Total permintaan emas dunia mencapai 5.002 ton, tertinggi sepanjang masa, dengan nilai investasi tahunan menyentuh 555 miliar dollar AS.

Rekor tersebut ditopang oleh lonjakan permintaan investasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang terus berlanjut sepanjang tahun.

Baca juga: Di Tengah Tren Koreksi, Harga Emas Diprediksi Masih Bakal Tinggi

Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.

Investasi emas jadi motor utama

Dalam laporan tersebut, permintaan investasi global mencapai 2.175 ton. Ini merupakan level bersejarah yang menjadi pendorong utama kinerja emas sepanjang 2025.

Investor di berbagai negara meningkatkan alokasi ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan instrumen diversifikasi portofolio.

Aliran masuk ke ETF emas mencapai 801 ton sepanjang tahun, sementara permintaan emas batangan dan koin secara global mencapai 1.374 ton atau setara 154 miliar dollar AS.

Dua pasar utama emas dunia, yakni China dan India, mencatatkan kenaikan signifikan dalam pembelian emas batangan dan koin.

Baca juga: Harga Emas Dunia Kembali Tembus 5.000 Dollar AS Usai Insiden Drone Iran

Permintaan di China naik 28 persen secara tahunan, sementara India tumbuh 17 persen, dengan kontribusi keduanya melebihi 50 persen dari total permintaan kategori tersebut.

Indonesia: pergeseran ke produk investasi

Di Indonesia, total permintaan emas konsumen mencapai 48,2 ton pada 2025, tumbuh 2 persen secara tahunan.

Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas FisikDOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Pegadaian Ungkap Penyebab Nasabah Sulit Cetak Emas Fisik

Meski secara agregat pertumbuhannya moderat, terdapat perubahan komposisi permintaan yang cukup signifikan.

Permintaan emas batangan dan koin melonjak 29 persen menjadi 31,6 ton.

Baca juga: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global

Lonjakan ini didorong kebutuhan perlindungan nilai kekayaan di tengah pelemahan mata uang domestik dan ketidakpastian ekonomi, serta terbatasnya daya tarik aset investasi alternatif selama periode volatilitas pasar.

Dalam diskusi media di Jakarta, Shaokai Fan, Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, menjelaskan perubahan perilaku konsumen tersebut.

“Di Indonesia, kami melihat pergeseran yang jelas menuju pola pikir investasi yang lebih strategis. Alih-alih menjual emas yang dimiliki, banyak konsumen memilih untuk menggunakannya sebagai agunan untuk mengakses likuiditas melalui mekanisme gadai. Hal ini memungkinkan mereka mendapatkan manfaat dari kenaikan harga sambil tetap mempertahankan kepemilikan aset," kata Fan.

Perilaku ini mempertegas peran emas sebagai aset finansial yang diandalkan oleh rumah tangga di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Emas Tak Produktif? Ini Alasan Warren Buffett Pilih Perak

Pola ini menunjukkan bahwa emas tidak semata dipandang sebagai barang konsumsi, tetapi sebagai instrumen keuangan rumah tangga.

Harga naik, perhiasan tertekan

Di tengah lonjakan harga emas yang signifikan sepanjang tahun, permintaan perhiasan global turun 18 persen dibandingkan 2024.

Namun, secara nilai, total permintaan perhiasan justru naik 18 persen menjadi 172 miliar dollar AS.

Kenaikan nilai ini mencerminkan dampak harga yang lebih tinggi, sekaligus mempertahankan relevansi emas dalam konsumsi jangka panjang.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Turun, Apa Saja Pemicunya?

ilustrasi emas.canva.com ilustrasi emas.

Di Indonesia, tren serupa terjadi. Permintaan perhiasan emas turun 27 persen menjadi 16,6 ton.

Penurunan ini disebut lebih dipengaruhi tekanan harga dan keterbatasan daya beli ketimbang hilangnya minat terhadap emas.

Menariknya, total belanja untuk perhiasan emas di Indonesia justru naik 5 persen secara tahunan.

Untuk menjaga aksesibilitas, konsumen beralih ke emas kadar rendah, yakni di bawah 14 karat, agar tetap dapat memiliki emas di tengah kenaikan harga dan tekanan biaya hidup.

Baca juga: Ray Dalio: Dunia di Ambang Perang Modal, Emas Jadi Lindung Nilai Utama

Bank sentral tetap agresif

WGC melaporkan, permintaan emas dari bank sentral global tetap tinggi pada 2025 dengan tambahan 863 ton.

Meski angka ini berada di bawah ambang 1.000 ton yang terlampaui dalam tiga tahun sebelumnya, pembelian sektor resmi tetap menjadi faktor penting penopang permintaan global.

Fan menilai bahwa pembelian bank sentral mencerminkan strategi diversifikasi cadangan devisa di tengah dinamika global.

Pasokan emas ikut cetak rekor

Di sisi pasokan, total pasokan emas global juga mencatat rekor baru. Produksi tambang emas meningkat menjadi 3.672 ton, sementara daur ulang naik moderat sebesar 3 persen.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Menguat Usai Anjlok, Ini Penyebabnya

Namun, meski harga emas tinggi, volume daur ulang tetap terbatas. Banyak investor dan rumah tangga memilih menyimpan emas mereka dibandingkan menjualnya, menunjukkan kepercayaan terhadap nilai jangka panjang logam mulia tersebut .

Ketidakpastian jadi "new normal"

Ilustrasi emas batanganPIXABAY/OMAR HADAD Ilustrasi emas batangan

Louise Street, Senior Markets Analyst WGC, mencatat 2025 ditandai lonjakan permintaan dan kenaikan harga signifikan, dengan konsumen dan investor mempertahankan kepemilikan emas di tengah risiko ekonomi dan geopolitik yang menjadi “new normal”.

Ia menyampaikan, meskipun investasi menjadi pendorong utama sepanjang tahun, segmen lain seperti perhiasan tetap menunjukkan ketahanan, bahkan di tengah kenaikan harga 67 persen, sementara bank sentral tetap berkomitmen memperkuat cadangan emas mereka.

Momentum musiman dan budaya di Indonesia

WGC juga mencermati bahwa di Indonesia, sinergi antara keterbatasan pasokan global dan posisi emas sebagai kebutuhan budaya esensial menjaga perannya sebagai aset strategis.

Baca juga: Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas

Permintaan emas tetap konsisten selama periode perayaan, seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Peningkatan likuiditas rumah tangga pada periode tersebut, yang didukung Tunjangan Hari Raya (THR) serta tradisi pemberian hadiah, mendorong pembelian emas sebagai sarana tabungan jangka panjang dan transfer kekayaan.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa selain faktor makroekonomi dan geopolitik global, dinamika domestik dan budaya turut memengaruhi struktur permintaan emas di Indonesia.

Lanskap 2025: kombinasi investasi, nilai, dan cadangan

Secara keseluruhan, laporan WGC menggambarkan 2025 sebagai tahun ketika emas kembali menegaskan perannya dalam sistem keuangan global.

Baca juga: Kian Diburu, JP Morgan Prediksi Harga Emas Dunia Sentuh 6.300 Dollar AS

Total permintaan mencapai rekor 5.002 ton, investasi melonjak ke 2.175 ton, ETF emas mencatat tambahan 801 ton, dan bank sentral membeli 863 ton.

Di Indonesia, pertumbuhan permintaan batangan dan koin 29 persen menjadi 31,6 ton menunjukkan penguatan orientasi investasi rumah tangga, sementara belanja perhiasan tetap bertahan meski volume turun.

Tag:  #harga #naik #tajam #minat #investasi #emas #pada #2025 #justru #meningkat

KOMENTAR