Pertumbuhan Ekonomi 2025 5,11 Persen, INDEF: Masih di Bawah Target
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.(SHUTTERSTOCK/DAVID CARILLET)
17:00
5 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi 2025 5,11 Persen, INDEF: Masih di Bawah Target

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 dinilai belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan evaluasi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), laju pertumbuhan ekonomi tahun lalu hanya mencapai 5,11 persen, masih berada di bawah target 5,2 persen sebagaimana tercantum dalam Nota Keuangan APBN 2025.

Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi dan stimulus yang telah digelontorkan pemerintah belum sepenuhnya efektif mendorong akselerasi ekonomi nasional.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, tapi Kesenjangan Melebar

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (21/11/2024).KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (21/11/2024).

“Kami menilai secara keseluruhan ya target pertumbuhan ekonomi itu enggak tercapai, karena pertumbuhan ekonomi kita di 2025 itu hanya 5,11 persen dan masih di bawah target. Karena targetnya itu 5,2 persen ya di dalam nota keuangan APBN 2025 kemarin begitu,” ujar Eko dalam diskusi yang diselenggaran secara virtual, Kamis (5/2/2026).

Eko menjelaskan, tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi 2025 seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah, terlebih target pertumbuhan ekonomi pada 2026 dipatok lebih tinggi, yakni sebesar 5,4 persen.

Menurutnya, capaian tahun sebelumnya menunjukkan bahwa stimulus fiskal dan berbagai kebijakan yang telah diterapkan belum cukup kuat mendorong ekonomi ke level yang diharapkan.

“Nah tentu kalau kita bicara terus ke depan bagaimana, tahun ini kan targetnya 5,4 ya, tentu dengan tidak tercapainya target di tahun kemarin, ini menjadi alarm ya bagi pemerintah khususnya untuk bisa membenahi dari segala sisi,” sambung Eko.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,11 Persen pada 2025, Ditopang Ekspor dan Investasi

Ia menegaskan, pendekatan yang hanya mengandalkan suntikan stimulus fiskal tidak lagi memadai.

IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen. SHUTTERSTOCK/NUMBER1411 IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen.

Menurut Eko, pemerintah perlu mengevaluasi strategi pembangunan secara lebih menyeluruh agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.

“Jadi ternyata tidak cukup hanya disuntik Rp 200 triliun, tidak cukup hanya dengan berbagai macam mungkin stimulus yang kemarin sudah dikeluarkan, juga strategi pembangunan yang sudah ada,” jelasnya.

Eko menilai penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang lebih strategis agar target pertumbuhan ekonomi 2026 dapat tercapai.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11 Persen

“Nah ini menurut saya sih penting untuk mengevaluasi langkah-langkah yang lebih strategis lagi memastikan ekonomi Indonesia bisa setidaknya 5,4 sesuai target begitu,” ujarnya.

Eko juga menyinggung, target pertumbuhan ekonomi 2025 merupakan target pemerintahan transisi, di mana desain APBN disusun oleh pemerintahan sebelumnya dan dijalankan oleh pemerintahan hasil pemilu.

“Data saya, target 5,2 (persen) adalah target pemerintahan transisi ya, di mana APBN itu didesain oleh pemerintahan sebelumnya, dan kemudian dijalankan oleh pemerintahan yang pemenangnya, kira-kira begitu dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo,” ucap Eko.

Meski demikian, ia mencatat adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun masih belum memenuhi ekspektasi.

Baca juga: Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Sampai Target 5,2 Persen

“Berita bagusnya tahun 2024 ke 2025 sedikit meningkat gitu ya. Tapi kalau kita lihat, dibandingkan dengan pada waktu era dari Megawati ke SBY tentu berbeda, dulu targetnya 5,4 dapatnya 5,6, kalau ini sedikit di bawah target,” tuturnya.

Kondisi tersebut, menurut Eko, menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Jika strategi yang diterapkan tidak tepat, Indef khawatir proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 justru melambat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. PEXELS/TOM FISK Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026.

“Nah kalau strateginya tidak tepat, kami khawatir outlook Indef ya yang pertumbuhan ekonomi 2026 itu hanya 5 persen itu benar-benar terjadi gitu, sehingga mudah-mudahan ada langkah-langkah ekstra yang bisa dilakukan oleh pemerintah begitu,” tegasnya.

Baca juga: Anak Buah Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,45 Persen

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen (yoy). Lebih tinggi ketimbang pertumbuhan kuartal III-2025 yang sebesar 5,04 persen yoy.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen," jelasnya dalam konferensi pers BPS di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor manufaktor dengan pertumbuhan 5,3 persen, di mana terjadi permintaan yang tinggi pada industri pengolahan baik dari pasar domestik maupun mancanegara.

Baca juga: RI Butuh Perubahan Struktural untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Jika dilihat secara rinci berdasarkan lapangan usaha, sumber pertumbuhan terbesar adalah industri pengolahan,” kata Amalia.

Sementara itu, sektor perdangan tumbuh 5,49 persen, dilanjutkan pertanian 5,3 persen, serta konstruksi 3,81 persen.

“Pertumbuhan peternakan ditopang peningkatan produksi telur dan daging ayam ras untuk memenuhi konsumsi domestik, termasuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tegasnya.

Tag:  #pertumbuhan #ekonomi #2025 #persen #indef #masih #bawah #target

KOMENTAR