Purbaya Mau Ambil Alih PNM buat KUR, Bos Danantara: Kami Terbuka...
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menanggapi keinginan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Purbaya ingin memperkuat penyaluran KUR melalui PNM.
Rosan mengakui, rencana itu sudah disampaikan Purbaya kepada dirinya, namun belum menjadi pembahasan formal. Sebab, pihak Kementerian Keuangan belum menyampaikan secara resmi pertimbangan mengambil alih PNM.
"Pak Menteri kan baru bicara saja ke saya, itu pun sambil berjalan gitu. Jadi kita masih bicara aja lah. Kita sih terbuka, kita lihat mana yang terbaik. Kan presentasinya ke kami juga belum, yang resminya juga belum, ini barunya hanya bincang-bincang saja," ujarnya saat ditemui di Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Anak Buah Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,45 Persen
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ketika ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)Ia menegaskan bahwa Danantara terbuka dengan berbagai opsi kebijakan pemerintah, termasuk pengalihan PNM. Meski begitu, rencana ini perlu dibarengi dengan analisis yang menyeluruh dan mendalam, sebab BRI sebagai induk PNM merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Maka dari itu, seluruh proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara hati-hati dan transparan dengan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham minoritas maupun pihak lainnya.
"Kita kan analisasi secara total, apalagi kan PNM ini juga dimiliki oleh BRI, yang mana itu juga public company (perusahaan terbuka). Jadi semua prosesnya harus kita jaga, harus proper, harus terbuka, dan harus memahami kepentingan dari minority interest," jelas Rosan.
Baca juga: PNM Kembali Buka Unit Mekaar di Wilayah 3T
Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan keinginan mengambil alih PNM untuk memperkuat penyaluran KUR. Rencana ini muncul karena ia menilai besarnya subsidi bunga KUR yang mencapai Rp 40 triliun per tahun.
Menurutnya, efektivitas penyaluran KUR dapat ditingkatkan apabila Kementerian Keuangan memiliki special mission vehicle (SMV) yang secara khusus bertugas menyalurkan KUR.
"Saya sedang diskusi sama Danantara untuk ngambil salah satu unitnya, saya tertarik sama PNM sebetulnya. Tapi sampai sekarang belum dikasih sama Danantara. Jadi rencana saya akan pakai itu, kalau dikasih, sebagai penyalur KUR yang betul-betul program pemerintah," kata Purbaya.
Purbaya menilai skema subsidi bunga KUR yang selama ini dijalankan pemerintah kurang efisien.
Baca juga: Purbaya Akui Tak Bisa Sembarangan Pecat Pegawai DJP, Rotasi Jadi Opsi
Menurutnya, jika pemerintah memiliki unit penyalur sendiri, dana Rp 40 triliun itu dapat disalurkan langsung ke nasabah sebagai pinjaman dengan bunga rendah.
Dengan langkah ini, kata dia, pemerintah dapat menyalurkan KUR secara lebih optimal sekaligus mengurangi beban anggaran subsidi tahunan.
"Kalau saya punya unit penyalur, saya kasih Rp 40 triliun setiap tahun dengan kasih kucuran bunga rendah ke nasabahnya. Dalam 4 tahun kan saya punya satu bank kecil dengan modal Rp 160 triliun. Itu sudah besar dan bisa memberikan KUR yang lebih baik, dan uang (negara) enggak hilang setiap tahun Rp 40 triliun. Saya berpikir apakah bisa usahakan seperti itu," papar Purbaya.
Baca juga: KPK OTT Pejabat Pajak-Bea Cukai, Purbaya Sebut Shock Therapy, Dirjen Pajak Sudah Tahu
Ia pun menyatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengupayakan langkah tersebut, termasuk opsi membeli unit usaha dari BRI.
"Nanti, saya mau beli dari BRI kalau perlu," katanya.
Adapun alasan memilih akuisisi dibandingkan membentuk badan baru, menurut Purbaya, karena faktor keahlian sumber daya manusia. Ia bilang penilaian pembiayaan mikro membutuhkan kompetensi khusus, yang mana telah dimiliki oleh PNM.
"Karena expertise, orang-orang itu kan tertentu. Orang saya enggak bisa jadi ahli penilai pinjaman mikro. Kan di PNM orangnya jago-jago," pungkas Purbaya.