Harga Minyak Dunia Naik 3 Persen di Tengah Ancaman Trump ke Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya dikaitkan dengan upayanya untuk mengambil alih Greenland.(FABRICE COFFRINI)
07:04
5 Februari 2026

Harga Minyak Dunia Naik 3 Persen di Tengah Ancaman Trump ke Iran

Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (4/2/2026) waktu setempat atau Kamis (5/2/2026) imbas ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga minyak dunia naik setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di tengah negosiasi program nuklir Teheran.

Dikutip dari CNBC, acuan harga minyak mentah AS West Texas Intermediate naik 1,93 dollar AS atau 3,05 persen menjadi 65,14 dollar AS per barrel.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok 5 Persen Usai Trump Beri Sinyal Dialog dengan Iran

Ilustrasi harga minyak dunia.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Ilustrasi harga minyak dunia.

Sementara itu, patokan harga minyak global Brent menguat 2,13 dollar AS atau 3,16 persen menjadi 69,46 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Trump mengatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei seharusnya sangat khawatir terkait situasi yang berkembang.

“Saya akan mengatakan dia seharusnya sangat khawatir. Ya, dia seharusnya khawatir,” kata Trump kepada NBC News dalam sebuah wawancara.

“Seperti yang Anda ketahui, mereka sedang bernegosiasi dengan kita," tutur Trump.

Baca juga: Harga Minyak Turun 3 Persen Setelah Trump Singgung Situasi Iran

Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan yang mengatur program nuklirnya.

Ia juga sempat mengancam akan campur tangan di pihak demonstran yang bangkit melawan Republik Islam pada Januari lalu, namun kemudian mundur dari tindakan militer.

Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.

Konflik langsung dengan Iran atau bahkan runtuhnya rezim di negara tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi energi global.

Ilustrasi harga minyakSHUTTERSTOCK/MASSIMO VERNICESOLE Ilustrasi harga minyak

Baca juga: Trump Ancam Negara yang Bisnis dengan Iran Bakal Kena Tarif 25 Persen

Iran merupakan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sekaligus produsen minyak yang signifikan di kawasan. Setiap eskalasi konflik yang melibatkan Teheran berpotensi memengaruhi arus pasokan minyak dunia.

Di sisi lain, pembicaraan antara AS dan Iran masih membuka peluang meredakan ketegangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan diskusi dengan AS mengenai program nuklir Republik Islam dijadwalkan berlangsung pada pukul 10 pagi hari Jumat (6/2/2026) di Muscat, Oman.

Rencana diskusi tersebut sempat terancam batal pada Rabu pagi setelah Washington dan Teheran tidak dapat menyepakati lokasi dan format pertemuan, menurut laporan Axios.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Risiko Pasokan Iran dan Venezuela

Dua pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa para pemimpin Timur Tengah melobi Washington agar tidak meninggalkan pembicaraan tersebut.

Peringatan Trump juga muncul setelah militer AS pada Selasa menyatakan telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.

Komando Pusat AS juga menyebut kapal-kapal perang Iran berupaya menaiki kapal dagang AS di Selat Hormuz.

Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa drone tersebut tengah melakukan pengawasan rutin yang diizinkan berdasarkan hukum internasional.

Tag:  #harga #minyak #dunia #naik #persen #tengah #ancaman #trump #iran

KOMENTAR