Ekspansi Ritel Kecantikan Bergeser ke Indonesia Timur, Sorong Jadi Titik Baru
–Arah ekspansi industri ritel kecantikan nasional mulai menunjukkan pergeseran signifikan. Jika sebelumnya pertumbuhan terkonsentrasi di kota-kota besar Pulau Jawa, kini pelaku industri semakin agresif menjangkau kawasan Indonesia Timur.
Sorong, Papua Barat Daya, menjadi salah satu kota yang mencerminkan perubahan peta pasar tersebut. Masuknya gerai omnichannel Sociolla ke Sorong pada akhir Januari 2026 menandai kehadiran ritel kecantikan modern berskala nasional di kota yang selama ini dikenal sebagai simpul logistik dan ekonomi Papua.
Langkah ini diyakini bukan sekadar penambahan jaringan toko. Itu bagian dari strategi distribusi untuk mendekatkan akses produk kecantikan ke wilayah dengan pertumbuhan konsumsi yang mulai menguat.
Berdasar data internal perusahaan, Sorong tercatat masuk lima besar kota di Indonesia Timur dengan kontribusi penjualan produk kecantikan sepanjang 2025. Kota lainnya yaitu Jayapura, Ambon, Ternate, dan Mimika.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa konsumsi produk perawatan diri di Papua tidak lagi bersifat insidental. Melainkan tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi perkotaan dan daya beli masyarakat.
”Kami melihat Sorong dan wilayah Papua memiliki potensi pasar yang terus berkembang, seiring tumbuhnya komunitas beauty enthusiast di kawasan ini,” ujar Co-founder & CEO Social Bella Christopher Madiam, dalam keterangan tertulisnya.
Dari sudut pandang ekonomi ritel, kehadiran gerai fisik di Sorong diyakini mencerminkan upaya pelaku industri menjawab tantangan klasik Indonesia Timur. Yaitu keterbatasan distribusi, biaya logistik yang tinggi, serta ketergantungan pada pengiriman lintas daerah.
Model omnichannel, yang menggabungkan kanal daring dan luring, dipandang sebagai pendekatan yang lebih adaptif untuk menjangkau konsumen di wilayah dengan hambatan geografis. Integrasi toko dengan platform digital memungkinkan konsumen memeriksa ketersediaan barang secara real time serta mengambil produk langsung di lokasi.
Pola ini tidak hanya menekan waktu tunggu pengiriman, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keaslian dan keamanan produk, isu yang masih sensitif di pasar kecantikan.
Menariknya, pola konsumsi di Indonesia Timur menunjukkan karakteristik tersendiri. Selain skincare, kategori parfum tercatat sebagai penyumbang penjualan terbesar kedua setelah perawatan kulit.
Tren ini mengindikasikan pergeseran preferensi konsumen yang semakin melihat produk kecantikan sebagai bagian dari gaya hidup dan ekspresi personal, bukan semata kebutuhan fungsional.
Christopher menambahkan, kehadiran gerai di Sorong diharapkan tidak hanya mendekatkan akses produk, tetapi juga memperkuat ekosistem kecantikan lokal.
”Kami ingin hadir lebih dekat dengan konsumen sekaligus tumbuh bersama masyarakat di berbagai daerah,” tutur Christopher Madiam.
Dari sisi ketenagakerjaan, ekspansi ritel modern ke Papua turut membuka peluang kerja baru dan mendorong pemberdayaan talenta lokal. Terutama di sektor layanan dan edukasi produk. Hal ini menjadi efek ikutan yang relevan bagi daerah yang tengah mendorong diversifikasi ekonomi non-ekstraktif.
Hingga awal 2026, Sociolla menyebut telah mengoperasikan lebih dari 150 toko omnichannel di lebih dari 60 kota di Indonesia. Fokus ekspansi ke kota-kota tier 2 dan 3 memperlihatkan perubahan strategi industri kecantikan nasional. Pertumbuhan pasar mulai bergeser dari kota metropolitan menuju wilayah dengan potensi konsumsi yang belum sepenuhnya tergarap.
Bagi Sorong, masuknya ritel kecantikan nasional menjadi indikator meningkatnya daya tarik ekonomi kota tersebut. Sementara bagi industri, langkah ini menegaskan bahwa Indonesia Timur kian diperhitungkan sebagai pasar strategis dalam peta pertumbuhan ritel nasional.
Tag: #ekspansi #ritel #kecantikan #bergeser #indonesia #timur #sorong #jadi #titik #baru