IHSG Naik 1,18 Persen pada Sesi I, Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I di zona hijau pada Jumat (30/1/2026), di tengah pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
IHSG naik 96,95 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,15. Sehari sebelumnya, indeks sempat terkoreksi tajam di tengah tekanan pasar.
Penguatan ini membawa IHSG kembali ke atas level psikologis 8.300. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.408,30 sebelum ditutup sedikit lebih rendah.
Secara rinci, IHSG dibuka di level 8.308,73, dengan posisi terendah di 8.167,16. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 15.022 triliun.
Baca juga: Purbaya soal Dirut BEI Iman Rachman Mundur: Kesalahan Dia Fatal sehingga IHSG Terkoreksi
Aktivitas perdagangan tergolong ramai. Volume transaksi mencapai 31,88 miliar saham dengan nilai Rp 22,18 triliun dan frekuensi 2,01 juta kali transaksi.
Sebanyak 571 saham naik, 197 saham turun, dan 190 saham stagnan. Hal ini menunjukkan penguatan terjadi secara luas di berbagai sektor.
Indeks saham likuid LQ45 naik 2,28 persen ke 831,59. Indeks blue-chip IDX30 menguat 2,23 persen ke 430,89.
KOMPAS100 bertambah 1,97 persen ke 1.161,77. Sementara itu, indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,82 persen dan Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) menguat 1,04 persen.
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Dirut BEI Mundur Usai Gejolak Pasar
Sebagai informasi, Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026).
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman Rachman.
Ia berharap pengunduran dirinya menjadi langkah terbaik bagi pasar modal Indonesia. Iman menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga kepercayaan pasar agar IHSG kembali stabil.
Baca juga: Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mundur Usai IHSG Bergejolak
Pengunduran diri ini terjadi setelah IHSG mengalami tekanan signifikan pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu aksi jual besar-besaran, terutama terkait isu free float.
Pada Rabu (28/1/2026), BEI menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 13.43 WIB. Sehari kemudian, trading halt kembali dilakukan pada pukul 09.26 WIB dan dibuka kembali pukul 09.56 WIB.
Trading halt merupakan mekanisme penghentian sementara perdagangan saham untuk menstabilkan pasar ketika terjadi fluktuasi harga yang tajam dalam waktu singkat.
Respons Analis dan Proyeksi IHSG
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Chory Agung Ramdhani menilai pengunduran diri Iman merupakan bentuk pertanggungjawaban moral atas gejolak pasar yang dipicu sentimen MSCI.
Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Dalam jangka pendek, keputusan ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian administratif.
Namun, karena pengunduran diri dilakukan sebagai respons atas gejolak yang telah terjadi, bukan akibat persoalan internal baru, pasar cenderung memaknainya sebagai upaya meredam sentimen negatif dan memulihkan kepercayaan investor.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, Tekanan Jual Diperkirakan Masih Mendominasi
Chory memproyeksikan IHSG bergerak konsolidatif dengan volatilitas tinggi di kisaran 8.150–8.400 hingga akhir pekan ini. Pelaku pasar masih akan bersikap wait and see, terutama menantikan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
“IHSG masih berada dalam kondisi rentan terkoreksi, khususnya apabila tekanan jual dari investor asing belum sepenuhnya mereda seiring proses rebalancing indeks global,” ujar Chory, dikutip dari Kontan.co.id.
Sementara itu, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang bergejolak.
“Pengunduran diri pimpinan tertinggi BEI ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar yang sedang bergejolak,” ujarnya.
Menurut Hendra, koreksi tajam IHSG dalam waktu singkat menunjukkan rapuhnya kepercayaan investor, khususnya investor asing, terhadap stabilitas dan mekanisme pasar.
Baca juga: Diwarnai Trading Halt, Purbaya Yakin IHSG To The Moon Capai 10.000 di Akhir Tahun
Trading halt yang terjadi dua kali berturut-turut menjadi indikator volatilitas berada pada level ekstrem dan membutuhkan respons kelembagaan yang serius.
Dalam perdagangan pagi tadi, IHSG sempat menguat 0,91 persen ke level 8.307 pada pukul 09.28 WIB. Namun, Hendra menilai penguatan tersebut masih bersifat teknikal dan belum mencerminkan pemulihan fundamental.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek di kisaran 8.150 hingga 8.350.
Menurut dia, penunjukan Direktur Utama BEI yang baru akan menjadi katalis penting untuk mengembalikan kepercayaan investor dan memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pengamat: Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab Institusional dan Momentum Evaluasi
Sebagian lain telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Cek Proyeksi IHSG Pasca Pengunduran Diri Dirut BEI Iman Rachman
Tag: #ihsg #naik #persen #pada #sesi #iman #rachman #mundur #dari #dirut