IHSG Pagi Ini Melemah ke Bawah 9.000, Seluruh Indeks Utama Terkoreksi
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona merah pada Jumat (23/1/2026) pagi. Sejak awal sesi, IHSG langsung melemah dan kembali turun ke bawah level psikologis 9.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga sekitar pukul 09.26 WIB, IHSG berada di level 8.934,93, turun 57,25 poin atau 0,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
IHSG dibuka di posisi 9.031,49, dengan pergerakan pagi ini berada di kisaran 8.868,40 hingga 9.039,67.
Aktivitas transaksi saham terpantau cukup aktif. Hingga pagi hari, volume perdagangan mencapai 14,56 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,415 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 821.700 kali, sementara kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp 16.236 triliun.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah indeks utama turut bergerak di zona merah. Indeks LQ45 turun 0,42 persen ke posisi 871,45, sementara KOMPAS100 melemah 0,48 persen ke level 1.233,31.
Indeks saham berbasis syariah juga mencatatkan pelemahan. Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,20 persen ke posisi 605,91, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,40 persen ke level 328,44.
Indeks lainnya turut terkoreksi. IDX30 turun 0,48 persen ke posisi 446,15, JII70 melemah 0,27 persen ke level 223,81, dan IDX80 turun 0,69 persen ke posisi 137,04.
Pelemahan IHSG pada awal perdagangan hari ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah. Tekanan jual kembali mendominasi pergerakan pasar sejak pembukaan sesi.
IHSG hari ini.
Di tengah koreksi tersebut, pelaku pasar mulai mencermati potensi pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya. IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat (23/1/2026), setelah indeks ditutup terkoreksi 0,2 persen ke level 8.992 pada perdagangan Kamis.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 5. Kondisi tersebut mengindikasikan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.
“Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan terkoreksi, paling dekat untuk menguji 8.988–8.956,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Meski demikian, peluang penguatan dinilai masih terbuka secara terbatas. Herditya memperkirakan IHSG berpotensi menguat di kisaran 9.024–9.034.
“Support 8.956–8.905. Sedangkan resistance 9.120 dan 9.192,” katanya.
Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan area support dan resistance di kisaran 8.840–9.000.
Tag: #ihsg #pagi #melemah #bawah #9000 #seluruh #indeks #utama #terkoreksi