Target Harga BBCA Usai Sahamnya Ambles Hari Ini
- IHSG terhambat pada Rabu (21/1/2026), ditutup terkoreksi 1,36% dipicu pelemahan sektor perbankan besar.
- Saham BBCA turun terdalam 3,75% akibat dominasi aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp751,1 miliar.
- Meskipun koreksi, analis mempertahankan rekomendasi "BUY" untuk BBCA jangka panjang karena fundamental modal yang kuat.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terhambat oleh tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026).
Sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar jumbo (big banks) menjadi motor utama pelemahan indeks, di mana mayoritas emiten kompak parkir di zona merah.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan utama setelah mencatatkan penurunan paling dalam di antara rekan sejawatnya. BBCA ditutup merosot 300 poin atau setara 3,75% ke level Rp7.700.
Tekanan ini membawa IHSG berakhir di level 9.010,33, terkoreksi sebesar 1,36% atau kehilangan 124,37 poin dalam sehari.
Dominasi Net Sell Asing
Secara teknikal, pergerakan BBCA saat ini dinilai cukup rentan karena telah menembus batas bawah area konsolidasi di rentang Rp8.000 - Rp8.100.
Penurunan ini juga tercermin pada indikator Relative Strength Index (RSI) yang merosot ke angka 33. Meski sudah mendekati zona jenuh jual (oversold), pelemahan dalam jangka pendek diprediksi masih berpotensi berlanjut.
Aksi lepas saham oleh investor mancanegara menjadi pemicu utama ambruknya harga BBCA.
Pada sesi pertama saja, nilai jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler mencapai Rp1 triliun, di mana saham BBCA mendominasi dengan catatan net sell sebesar Rp751,1 miliar.
Berikut adalah rangkuman pergerakan saham perbankan besar lainnya pada penutupan perdagangan hari ini:
BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Melemah 0,78% menuju level Rp3.820.
BMRI (Bank Mandiri): Terkoreksi 0,7% ke posisi Rp4.990.
BBNI (Bank Negara Indonesia): Menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,44% ke level Rp4.590.
Kondisi pasar secara keseluruhan menunjukkan sentimen negatif yang luas, di mana tercatat 569 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 191 saham yang berhasil menguat.
Total nilai transaksi harian tergolong sangat likuid, mencapai Rp33,9 triliun.
Meski harga sahamnya sedang tertekan, fundamental PT Bank Central Asia Tbk dinilai tetap kokoh.
BCA memiliki keunggulan pada struktur permodalan yang tebal dan dominasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang jauh di atas rata-rata industri.
Karakteristik ini membuat laba bersih perseroan tetap defensif menghadapi gejolak pasar.
Analis dari UOB Kay Hian Sekuritas, Posmarito Pakpahan, dalam riset terbarunya tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek jangka panjang emiten ini. Dikutip via IPOT, ia memberikan rekomendasi "BUY" untuk saham BBCA dengan target harga (Target Price) di level Rp10.100.
DISCLAIMER: Investasi saham dan instrumen kripto mengandung risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Ulasan teknikal dan target harga dalam artikel ini adalah pandangan analis dan bukan jaminan keuntungan. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (DYOR) sebelum melakukan transaksi finansial.