Pipa Bocor di Sumatera, RI Kehilangan Potensi Produksi Minyak 2 Juta Barrel
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
20:12
22 Januari 2026

Pipa Bocor di Sumatera, RI Kehilangan Potensi Produksi Minyak 2 Juta Barrel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan insiden kebocoran pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) telah menyebabkan Indonesia kehilangan potensi produksi minyak sebesar 2 juta barrel.

Bahlil mengatakan, Kementerian ESDM menargetkan lifting minyak tahun ini sebesar 610.000 barel per hari (bph), namun insiden kebocoran pipa tersebut turut berimbas pada kinerja lifting dalam negeri.

"Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini ada sedikit musibah kecil di Sumatera. Pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barrel di awal tahun," kata Bahlil dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XII DPR RI pada hari ini, Kamis (22/1/2026).

Atas kejadian tersebut, Bahlil pun menjatuhkan sanksi tegas kepada pejabat di lingkungan Kementerian ESDM serta direksi badan usaha yang terkait.

Dia menyebut kebocoran pipa tersebut disebabkan kelalaian oknum pejabat dan perusahaan yang bersangkutan.

"Ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait. Karena saya anggap itu sebuah betul dari kecelakaan, tapi ada sebuah ketidak-ikhtiaran dari kami. Tapi apapun ceritanya itu kesalahan kami," ucap Bahlil.

Sebelumnya, persoalan kebocoran pipa ini telah diungkapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

Ia mengatakan, kebocoran pipa tersebut sudah berhasil diatasi, namun hingga saat ini pengaliran gas masih dilakukan dengan tekanan terbatas.

Kejadian kebocoran tersebut pun telah terjadi dua kali sehingga diperlukan kehati-hatian dalam meningkatkan tekanan aliran gas.

"(Tekanan) Ditahan kan sudah dua kali Kita jaga. Kita tambahkan secara gradual. Tapi nggak boleh juga lama-lama tambahannya," ujar Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menargetkan pemulihan secara penuh dapat dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, untuk mengejar ketertinggalan produksi akibat insiden ledakan pipa, Kementerian ESDM menugaskan adanya penambahan produksi 5.000-6.000 barrel per hari.

"Jadi, kita ada pekerjaan rumah untuk menambah produksi harian antara 5.000 sampai 6.000 barel per hari," kata Laode.

Tag:  #pipa #bocor #sumatera #kehilangan #potensi #produksi #minyak #juta #barrel

KOMENTAR