Kebutuhan Alat Suntik di Indonesia Capai Ratusan Juta per Tahun, Kemenkes Dorong Kemandirian Industri Medis Nasional
Ketua Tim Kerja Peningkatan dan Fasilitas TKDN Alat Kesehatan dan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri, Direktorat Ketahanan Alat Kesehatan Kemenkes, Zulfikar Biruni. (Royyan/JawaPos.com)
22:04
21 Januari 2026

Kebutuhan Alat Suntik di Indonesia Capai Ratusan Juta per Tahun, Kemenkes Dorong Kemandirian Industri Medis Nasional

- Kebutuhan alat suntik di Indonesia mencapai ratusan juta unit setiap tahun dengan penggunaan yang sangat terfragmentasi, mulai dari program imunisasi hingga layanan kesehatan rutin. Kondisi ini mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk terus memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional melalui pemanfaatan produk dalam negeri yang berdaya saing global.

Ketua Tim Kerja Peningkatan dan Fasilitas TKDN Alat Kesehatan dan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri, Direktorat Ketahanan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Zulfikar Biruni, mengungkapkan kebutuhan jarum suntik nasional berbeda-beda setiap tahun tergantung jenis layanan kesehatan.

“Jadi untuk kebutuhan alat suntik sendiri di Indonesia itu tiap tahun berbeda-beda dan sangat terfragmen. Dalam artian misalnya untuk kebutuhan imunisasi, kebutuhannya itu kan skala kecil ya, paling 3 ml, 5 ml, itu mungkin 120 juta per tahun karena memang program imunisasi di Indonesia kan sudah baik berjalan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/1).

Selain imunisasi, lonjakan kebutuhan juga datang dari layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang membutuhkan jarum suntik untuk pengambilan sampel darah.

“Untuk pelayanan kesehatan untuk cek kesehatan gratis juga cukup banyak karena kebutuhan untuk pengambilan darah terutama. Dan itu mungkin kalau dilihat dari presentase CKG-nya, mungkin akan berada di angka 50 juta per tahun. Itu pun di luar pelayanan kesehatan normal dan itu pangsanya cukup banyak,” jelasnya.

Sejalan dengan dorongan tersebut, Terumo Corporation bersama PT Oneject Indonesia secara resmi meluncurkan T1 Syringe, jarum suntik halal pertama di Indonesia yang diproduksi secara lokal dengan teknologi sterilisasi Electron Beam (E-Beam). Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi penguatan industri alat kesehatan nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam rantai pasok global perangkat medis.

T1 Syringe merupakan hasil kolaborasi Terumo Corporation yang telah berpengalaman lebih dari 100 tahun di bidang teknologi medis dengan PT Oneject Indonesia, pelopor produsen Auto Disable Syringe (ADS) di Tanah Air. Produk ini dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional tenaga medis sehari-hari dengan tetap menjunjung standar kualitas global dan nilai kehalalan.

“Melalui T1 Syringe, kami menghadirkan tiga komitmen utama: Halal, E-Beam Irradiation, dan Globally Trusted. Kami percaya layanan kesehatan harus inklusif, aman, dan berkelanjutan tanpa mengorbankan standar mutu internasional,” ujar Toshiyuki Akaike.

Teknologi sterilisasi Electron Beam (E-Beam) yang digunakan pada T1 Syringe disebut bebas bahan kimia, tidak meninggalkan residu, serta lebih ramah lingkungan dibanding metode konvensional. Teknologi ini memastikan setiap produk steril, aman, dan siap digunakan sejak keluar dari fasilitas produksi.

President Director PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana menegaskan kolaborasi ini mencerminkan integrasi antara kehalalan, keselamatan pasien, keberlanjutan lingkungan, dan kualitas global dalam satu produk medis esensial. Menurutnya, hal tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap manufaktur alat kesehatan dalam negeri.

T1 Syringe Terumo juga tercatat sebagai jarum suntik halal pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal untuk proses manufaktur lokal. Sertifikasi ini memastikan pasien dapat menerima layanan kesehatan dengan rasa aman dan tenang, sekaligus menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman nilai dan budaya masyarakat.

Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Dra. Eka Purnamasari, Apt., M.K.M., menyatakan peluncuran T1 Syringe bukan sekadar momentum bisnis, tetapi juga sarana edukasi nasional.

“Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri medis nasional serta meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk kesehatan buatan Indonesia,” ungkap Eka.

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah

Tag:  #kebutuhan #alat #suntik #indonesia #capai #ratusan #juta #tahun #kemenkes #dorong #kemandirian #industri #medis #nasional

KOMENTAR