6 Hikmah Tradisi Munggahan Sebelum Puasa Ramadan untuk Umat Muslim
-
Munggahan Ramadan 2026 melambangkan semangat peningkatan kualitas iman umat Muslim.
-
Tradisi ini menjadi momen penghapusan dosa melalui proses saling memaafkan sesama.
-
Ziarah kubur dan sedekah menjadi bagian penting pengingat akhirat saat Munggahan.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, masyarakat Indonesia punya segudang tradisi unik untuk menyambutnya, salah satunya Munggahan.
Bagi masyarakat Sunda dan Jawa, Munggahan menjadi tradisi wajib yang dilakukan sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan.
Namun, tradisi Munggahan itu tak cuma soal urusan perut atau makan enak bareng keluarga besar.
Ada makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam di baliknya.
Berikut ini, simak makna dan hikmah lengkap di balik tradisi Munggahan sebelum Ramadan.
PerbesarIlustrasi bacaan doa munggahan menjelang Ramadan (Pexels)1. Filosofi Naik ke Derajat yang Lebih Mulia
Kata Munggahan sendiri berasal dari bahasa Sunda "Unggah" dan Jawa "Munggah" yang berarti naik atau meningkat.
Karena itu, tradisi ini melambangkan semangat umat Muslim untuk naik ke tempat yang lebih mulia dan meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki bulan Ramadan.
Jadi bukan cuma kalender yang ganti bulan, tapi iman kita juga harus ikutan naik kelas.
2. Ajang Menghapus Dosa Lewat Saling Memaafkan
Munggahan adalah momen pembersihan diri secara lahir dan batin.
Sebelum menuaikan ibadah puasa sebulan penuh, kita disarankan untuk membersihkan hati dari sifat buruk dan dosa kepada sesama.
Karena itu, acara Munggahan selalu diisi dengan sesi saling memaafkan antar anggota keluarga, kerabat, hingga tetangga.
Jadi pas masuk hari pertama puasa, hati sudah bersih dan siap beribadah dengan khusyuk.
3. Wujud Syukur Masih Ketemu Ramadhan
Munggahan menjadi ekspresi rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena masih diberi umur dan kesempatan untuk memanen pahala di bulan penuh berkah.
Dengan perasaan gembira menyambut Ramadhan, jasad kita pun dijanjikan terlindung dari api neraka.
4. Mempererat Silaturahmi
Munggahan juga biasanya identik dengan acara makan bersama atau botram dengan menyajikan nasi liwet, ayam goreng, lalapan, hingga sambal di atas daun pisang panjang.
Momen makan bareng ini efektif banget buat mempererat tali persaudaraan.
Saudara yang jauh biasanya menyempatkan pulang dan rekan kerja yang sibuk jadi punya waktu buat ngobrol santai, sehingga suasana keluarga lebih hangat.
5. Pengingat Akhirat Lewat Ziarah Kubur
Selain makan-makan, Munggahan juga sering diisi dengan ziarah ke makam keluarga atau tokoh agama.
Tujuannya bukan cuma mendoakan leluhur, tapi juga sebagai self-reminder atau pengingat bahwa kehidupan ini fana.
Ziarah kubur juga menyadarkan kita untuk terus berbuat baik dan mempertebal iman selama masih ada kesempatan hidup di dunia.
6. Ajang Berbagi dan Sedekah
Banyak juga yang memanfaatkan momen Munggahan untuk berbagi kepada mereka yang kurang mampu, seperti anak yatim dan dhuafa.
Mengajak mereka makan bersama bukan cuma soal kepedulian sosial, tapi juga sebagai bentuk persiapan mental agar kita lebih peka terhadap rasa lapar yang akan kita rasakan saat puasa nanti.
Tag: #hikmah #tradisi #munggahan #sebelum #puasa #ramadan #untuk #umat #muslim