Pasar Saham Eropa Anjlok Usai Ancaman Tarif Trump
- Pasar saham Eropa anjlok di awal pekan karena sentimen risiko ekonomi dan politik.
Hal tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif terhadap negara yang menentang akuisisi Greenland.
Pada Senin (19/1/2026), indeks acuan Stoxx Europe 600 diperdagangkan pada 609,9 poin, atau turun 0,7 persen.
Selanjutnya, indeks FTSE 100 Inggris berada di level 10.230 poin, atau turun 0,1 persen.
Indeks DAX 40 Jerman di 25.080 poin, turun 0,8 persen.
Sementara, indeks CAC 40 Prancis di 8.162 poin, turun 1,2 persen.
Kemudian, indeks FTSE MIB 30 Italia mencapai 45.300 poin, turun 1,1 persen dan indeks IBEX 35 Spanyol mencapai 17.645 poin, atau turun 0,2 persen.
Sebelumnya, pada hari Sabtu, Trump mengumumkan bahwa tarif akan dikenakan pada delapan negara Eropa karena menentang pembelian Greenland oleh AS.
Dia mengatakan tarif 10 persen akan diterapkan pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari 2026.
Tak hanya itu, tarif tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 jika kesepakatan tidak tercapai hingga saat itu.
Para pemimpin Eropa telah mengecam ancaman tersebut dan berjanji untuk merespons secara kolektif.
IHSG menguat
Berbeda dengan pasar Eropa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menutup perdagangan Senin (19/1/2026) di zona hijau.
IHSG naik 58,46 poin atau 0,64 persen ke level 9.133,87, sekaligus mencatat rekor tertinggi intraday dengan menembus level 9.140.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 9.098,70 dan bergerak dalam rentang 9.026,00 hingga 9.133,87 sepanjang sesi perdagangan sebelum akhirnya ditutup menguat.
Volume transaksi saham tercatat mencapai 78,29 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 35,59 miliar.
Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp 16.639 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 3,8 juta kali.
Penguatan IHSG didorong oleh dominasi saham yang bergerak di zona hijau, dengan 404 saham menguat, 328 saham turun, dan 226 saham stagnan.
Sejalan dengan IHSG, mayoritas indeks saham unggulan juga mengalami penguatan.
Dari sisi sektoral, sektor energi mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 46,79 poin (0,96 persen) ke level 4.906,05.
Sektor siklikal melonjak 34,33 poin (2,45 persen) ke posisi 1.437,00.
Sektor infrastruktur menguat 24,67 poin (0,90 persen) ke level 2.776,52, diikuti sektor properti yang naik tipis 2,89 poin (0,22 persen) ke posisi 1.292,65.
Di sisi lain, sektor finansial terkoreksi tipis 0,17 persen, sektor dasar turun 0,15 persen, dan sektor transportasi melemah 1,23 persen.
Sektor teknologi dan kesehatan juga mencatat penurunan masing-masing 0,28 persen dan 0,87 persen.
Tag: #pasar #saham #eropa #anjlok #usai #ancaman #tarif #trump