18 Proyek Hilirisasi Danantara Jadi Ujian Industrialisasi RI
Ketua Umum HKI Akhmad Ma?ruf Maulana menandatangani nota kesepahaman bersama perwakilan kementerian, disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di ITB, Bandung.(Dok. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI))
23:40
15 Januari 2026

18 Proyek Hilirisasi Danantara Jadi Ujian Industrialisasi RI

– Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai 18 proyek hilirisasi yang disiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan menjadi penentu keberhasilan agenda industrialisasi nasional ke depan. Total nilai investasi dari belasan proyek tersebut mencapai Rp 618,13 triliun.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, besarnya skala investasi membuat konsistensi eksekusi proyek menjadi faktor kunci. Dalam konteks ini, Danantara memegang peran penting pada sisi pendanaan, sementara kawasan industri berfungsi sebagai simpul pelaksanaan di lapangan.

“Kawasan industri memastikan proyek bisa berjalan efektif melalui ketersediaan lahan siap bangun, utilitas, kepastian layanan, serta ekosistem industri yang terintegrasi,” ujar Ma’ruf Maulana melalui keterangan pers, Kamis (15/1/2026).

Peran Pendanaan dan Eksekusi Proyek

Ma’ruf menjelaskan, hubungan antara Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi. Danantara memperkuat pembiayaan dan portofolio proyek, sedangkan kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha agar investasi dapat segera direalisasikan.

Jika seluruh proyek hilirisasi tersebut dieksekusi secara konsisten, menurut dia, dampaknya tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga pada aktivitas ekonomi yang lebih luas. Efek lanjutannya berupa penciptaan lapangan kerja dan penguatan struktur industri nasional.

“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Pada saat yang sama, ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” kata Ma’ruf.

HKI juga menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk mendukung realisasi proyek, mulai dari penyediaan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga pengawalan isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor.

Hilirisasi dan Kesiapan SDM

Di luar aspek pendanaan dan infrastruktur, HKI menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan riset terapan. Komitmen ini sebelumnya ditegaskan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di hadapan Presiden Prabowo Subianto, bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta BKPM.

Nota kesepahaman tersebut berfokus pada penyelarasan kurikulum, riset terapan, dan dukungan terhadap agenda hilirisasi industri. Menurut Ma’ruf, kawasan industri dapat berperan sebagai laboratorium nyata bagi pengembangan talenta dan penyerapan lulusan perguruan tinggi.

“HKI siap terlibat aktif dalam menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri dapat menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.

HKI berharap sinergi antara pemerintah, Danantara, perguruan tinggi, dan pelaku kawasan industri dapat berjalan konsisten dan terukur. Dengan begitu, agenda hilirisasi dan investasi strategis tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan.

Lebih jauh, HKI menyambut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang menekankan peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan hilirisasi nasional. Arahan tersebut dinilai mempertegas pentingnya kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah.

“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi,” kata Ma’ruf.

Sebagai informasi, ke-18 proyek hilirisasi tersebut tercantum dalam dokumen pra-studi kelayakan atau pra-feasibility study (pra-FS) yang diserahkan Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi kepada Danantara pada Juli 2025. Kajian lanjutan seluruh proyek kini ditangani Danantara.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani sebelumnya menyatakan, proyek hilirisasi mencakup sektor mineral dan batu bara, pertanian, kelautan dan perikanan, transisi energi, serta ketahanan energi.

“Dari total 18 proyek itu akan menghasilkan lapangan pekerjaan lebih dari 270.000 orang, karena memang salah satu tugas utama kita adalah bagaimana dalam setiap investasi yang dilakukan itu akan memberikan atau menghasilkan penciptaan lapangan pekerjaan tentunya yang berkualitas,” ujar Rosan saat penyerahan dokumen pra-FS di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Secara perinci, sektor mineral dan batu bara diperkirakan menyerap 104.974 tenaga kerja, sektor pertanian 23.950 tenaga kerja, sektor kelautan dan perikanan 67.100 tenaga kerja, sektor transisi energi 29.652 tenaga kerja, serta sektor ketahanan energi 50.960 tenaga kerja.

Tag:  #proyek #hilirisasi #danantara #jadi #ujian #industrialisasi

KOMENTAR