Mendagri Minta Taruna Kedinasan KKP Perbaiki Sungai hingga Tambak Rusak
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (11/1/2026). (DOK. Humas Kemendagri)
09:12
15 Januari 2026

Mendagri Minta Taruna Kedinasan KKP Perbaiki Sungai hingga Tambak Rusak

- Sebanyak 1.142 taruna sekolah kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diterjunkan untuk membantu penanganan dampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan peran taruna KKP tidak hanya terbatas pada kerja fisik, tetapi juga kontribusi teknis sesuai keahlian di bidang kelautan dan perikanan.

"Sekolah KKP ini jagoan bukan hanya di bidang fisik, tapi juga masalah teknis," ujar Tito di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Mendagri menyoroti banyaknya tambak yang rusak serta nelayan yang terdampak akibat bencana.

Lumpur dan genangan air menyebabkan tambak-tambak tidak bisa berproduksi, bahkan ikan mati, sehingga berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat pesisir.

"Tambak-tambak banyak yang terkena, nelayan juga banyak yang terdampak. Ini spesifik bisa menerapkan ilmu kelautan dan perikanan," jelas Tito.

Ia menginstruksikan para taruna untuk membantu masyarakat dengan memberikan pendampingan teknis, termasuk mencari solusi perbaikan sungai, pemulihan tambak yang tergenang lumpur, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan nelayan untuk kembali berproduksi.

"Dampingi masyarakat yang punya tambak yang sekarang tergenang lumpur, mau diapain. Ikannya mati semua. Nelayan yang tambaknya hancur mau diapain mereka," ujarnya.

Tito menilai keterlibatan taruna KKP menjadi praktik langsung yang nyata di lapangan, jauh dari sekadar teori di ruang kelas.

Ia menyebut penugasan ini akan berlangsung sekitar tiga bulan dan menjadi pengalaman berharga bagi para taruna. "Ini praktik betul-betul riil di lapangan, bukan teori. Pengalaman yang sangat berharga dan belum tentu bisa dirasakan oleh semua taruna," jelasnya.

Dari total hampir 6.000 Taruna KKP di seluruh Indonesia, sebanyak 1.142 taruna terpilih untuk diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut.

Mendagri menekankan bahwa para taruna yang berangkat merupakan pilihan terbaik dan membawa tanggung jawab besar, termasuk menjaga nama baik institusi.

"Ini taruna terpilih. Pengalaman ini akan menjadi modal penting ketika menghadapi permasalahan yang sama atau bahkan lebih berat di masa depan," kata Tito.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa KKP tidak akan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada korban bencana.

Namun, pihaknya akan membantu merecovery usaha perikanan, hingga memberikan bantuan kapal untuk nelayan. "Kita lebih fokus ke perbaikan kapal, memberi bantuan kapal untuk nelayan yang tangkap lalu kemudian me-recovery tambaknya yang rusak," ujar Menteri KP.

Dia menjelaskan bahwa dampak banjir dan longsor Sumatera tersebut mengakibatkan sebanyak 3.000-an kapal nelayan tak bisa digunakan, dan 30.000-an tambak rusak.

"Data kapal yang rusak, kemarin kita dapat ada lebih dari 3.000 kapalnya yang terdampak. Nah itu tentu salah satunya yang akan kita bantu untuk bantuan kapal, tapi kalau tambak sekitar 30.000-an," tegas Sakti Wahyu Trenggono.

Tag:  #mendagri #minta #taruna #kedinasan #perbaiki #sungai #hingga #tambak #rusak

KOMENTAR