Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik Dongkrak Harga Emas dan Perak
Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia(DOK. Pexels/Michael Steinberg.)
16:48
14 Januari 2026

Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik Dongkrak Harga Emas dan Perak

Harga emas dan perak bergerak menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026).

Kenaikan terjadi serentak di pasar internasional dan tercermin hingga ke harga ritel logam mulia di dalam negeri.

Pergerakan ini berlangsung di tengah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral AS, serta ketidakpastian geopolitik global yang kembali mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai.

Ilustrasi emas. DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Di pasar spot internasional, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi baru di level 4.639 dollar AS per troy ounce sebelum bergerak stabil di kisaran 4.630 dollar AS. Kontrak berjangka emas AS juga diperdagangkan menguat sejalan dengan reli tersebut.

Pada saat yang sama, harga perak melonjak lebih agresif. Logam mulia berwarna putih itu menembus level psikologis 90 dollar AS per ounce, bahkan sempat bergerak ke atas 91 dollar AS dalam perdagangan intraday.

Lonjakan harga tidak hanya terjadi di pasar global. Di Indonesia, harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat naik signifikan pada hari yang sama.

Beberapa platform pemantau harga logam mulia melaporkan harga perak Antam berada di kisaran Rp 54.900 per gram (harga dasar sebelum pajak), meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas Antam juga melanjutkan tren penguatan, mengikuti pergerakan harga emas dunia dan dinamika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dibandingkan kemarin. Harga emas Antam hari ini menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.

Penyebab harga emas dan perak menguat hari ini

Berikut beberapa penyebab harga emas dan perak melonjak pada hari ini. 

1. Inflasi AS mereda, ekspektasi penurunan suku bunga menguat

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas dan perak adalah rilis data inflasi AS. Data terbaru Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) menunjukkan inflasi inti AS masih terkendali dan berada di bawah ekspektasi sebagian pelaku pasar.

Inflasi inti tahunan tercatat di kisaran 2,6 persen, memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga di ekonomi terbesar dunia tersebut mulai mereda.

Kondisi ini segera direspons pasar dengan meningkatnya spekulasi bahwa bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih cepat.

Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi katalis penting bagi harga emas dan perak karena kedua logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.

Ketika suku bunga diperkirakan turun, biaya peluang memegang emas dan perak menjadi lebih rendah dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi.

Chief market analyst KCM Trade, Tim Waterer, dalam keterangannya kepada Reuters, menyatakan bahwa data inflasi AS yang relatif jinak menjaga harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

“Data inflasi yang tetap terkendali membuat pasar berharap langkah easing masih terbuka, dan itu menjadi sentimen positif bagi emas,” ujar Waterer.

Selain inflasi, pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi lanjutan seperti Producer Price Index (PPI) dan data ketenagakerjaan AS. Setiap sinyal perlambatan ekonomi dinilai berpotensi memperkuat reli logam mulia dalam jangka pendek.

2. Ketidakpastian geopolitik dorong permintaan aset safe haven

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Di luar faktor moneter, sentimen geopolitik kembali menjadi pendorong permintaan aset aman. Ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah, konflik Rusia–Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, serta dinamika politik global lainnya meningkatkan kehati-hatian investor.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian, emas dan perak kembali menjadi tujuan alokasi dana karena dipandang mampu menjaga nilai kekayaan.

Reuters mencatat bahwa arus permintaan safe haven meningkat seiring kekhawatiran investor terhadap stabilitas global dan prospek ekonomi dunia.

Selain itu, sejumlah analis juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan fiskal dan moneter AS ke depan. Keraguan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan independensi bank sentral ikut memperkuat minat terhadap logam mulia, terutama emas.

3. Harga perak naik lebih tajam, ditopang permintaan industri dan spekulasi

Kenaikan harga perak hari ini tercatat lebih agresif dibandingkan harga emas. Hal ini tidak terlepas dari karakter perak yang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai aset lindung nilai dan sebagai bahan baku industri.

Perak banyak digunakan dalam industri elektronik, panel surya, kendaraan listrik, hingga peralatan medis.

Sejumlah laporan pasar menyebutkan bahwa permintaan fisik perak dari sektor industri tetap kuat di tengah transisi energi dan pertumbuhan teknologi. Pada saat yang sama, pasokan perak global dinilai relatif ketat, sehingga setiap lonjakan permintaan cepat tercermin pada harga.

Reli harga perak juga diperkuat oleh aktivitas spekulan di pasar berjangka. Ketika harga menembus level teknikal penting, arus pembelian dari investor institusional dan hedge fund semakin deras.

Kondisi ini membuat pergerakan harga perak menjadi lebih volatil dibandingkan emas.

Beberapa analis pasar komoditas yang dikutip media internasional menilai, selama ekspektasi penurunan suku bunga tetap terjaga dan permintaan industri tidak melemah, perak berpotensi mempertahankan tren penguatannya.

Ilustrasi emas, emas batangan, logam mulia. Pemerintah menetapkan pembelian emas oleh bullion bank dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen mulai 1 Agustus 2025. PEXELS/MICHAEL STEINBERG Ilustrasi emas, emas batangan, logam mulia. Pemerintah menetapkan pembelian emas oleh bullion bank dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen mulai 1 Agustus 2025.

Faktor teknikal dan proyeksi bank besar

Reli harga emas dan perak pada awal 2026 juga dipengaruhi faktor teknikal.

Penembusan rekor harga sebelumnya memicu pembelian lanjutan karena banyak pelaku pasar menggunakan level-level teknikal sebagai acuan transaksi.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah bank investasi global mulai menaikkan proyeksi harga emas.

ANZ, misalnya, memperkirakan harga emas berpeluang diperdagangkan di atas 5.000 dollar AS per ounce pada paruh pertama 2026, seiring kombinasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan permintaan safe haven yang kuat.

Proyeksi semacam ini turut memperkuat sentimen pasar, meskipun sebagian pelaku tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung.

Dampak ke pasar domestik

Di dalam negeri, kenaikan harga emas dan perak global langsung tercermin pada harga ritel. Selain mengikuti harga internasional, harga logam mulia di Indonesia juga dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, serta permintaan lokal.

Kenaikan harga emas dan perak Antam hari ini menunjukkan bagaimana dinamika global dengan cepat diterjemahkan ke pasar domestik. Beberapa pelaku pasar ritel mencatat peningkatan minat beli dari investor individu, terutama pada produk perak dan emas ukuran kecil.

Di sisi lain, pelaku usaha perhiasan juga mencermati kenaikan harga bahan baku yang berpotensi memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Tag:  #sentimen #inflasi #geopolitik #dongkrak #harga #emas #perak

KOMENTAR