Terintegrasi Terminal BBM Tanjung Batu, RDMP Balikpapan Perkuat Distribusi Energi Nasional
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.(DOK. Pertamina.)
17:24
13 Januari 2026

Terintegrasi Terminal BBM Tanjung Batu, RDMP Balikpapan Perkuat Distribusi Energi Nasional

Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur telah resmi beroperasi. Kilang ini terintegrasi langsung dengan Terminal BBM Tanjung Batu yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga.

Integrasi tersebut diyakini memperkuat rantai pasok energi dari kilang hingga ke konsumen akhir secara lebih efisien, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian Timur.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengatakan, bahwa proyek RDMP Balikpapan dirancang sebagai infrastruktur energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan fasilitas distribusi melalui Terminal BBM Tanjung Batu.

"RDMP terintegrasi dengan Fuel Terminal Tanjung Batu dengan volume 125.000 kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian Timur," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, kesiapan Fuel Terminal Tanjung Batu menjadi bagian penting dari penguatan rantai pasok energi nasional yang terintegrasi.

Infrastruktur ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menjamin pasokan energi yang berkelanjutan.

"Terminal BBM ini kami siapkan sebagai bagian dari integrasi RDMP Balikpapan melalui dua jalur submarine pipeline. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi energi nasional yang andal," katanya.

Dalam tahap commissioning dan persiapan operasional, Pertamina Patra Niaga telah berhasil melakukan transfer perdana produk diesel dari Kilang RDMP Balikpapan ke Fuel Terminal Tanjung Batu.

Seluruh aspek teknis, operasional, dan keselamatan dipastikan telah memenuhi standar untuk mendukung operasional terminal secara optimal.

Untuk diketahui, RDMP Balikpapan telah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026). Proyek ini bernilai investasi Rp 7,4 miliar dollar AS atau setara Rp 123 triliun.

Dengan beroperasinya proyek RDMP ini, maka Kilang Balikpapan milik Pertamina menjadi kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 360.000 barel per hari, meningkat dari sebelumnya 260.000 barrel per hari.

"Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran personelia yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini," ujar Prabowo saat peresmian RDMP Balikpapan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek RDMP Balikpapan menjadi langkah strategis Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Sebab, selain kapasitas produksi yang meningkat, Kilang Balikpapan menjadi mampu menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm, naik signifikan dari sebelumnya standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm.

"Jadi yang sekarang sudah menuju kepada setara dengan Euro 5 dan ini menuju kepada net zero emission," kata Bahlil.

Tag:  #terintegrasi #terminal #tanjung #batu #rdmp #balikpapan #perkuat #distribusi #energi #nasional

KOMENTAR