RDMP Kilang Balikpapan Diresmikan Prabowo, Bahlil Pastikan RI Tak Lagi Impor Solar
— Upaya Indonesia mewujudkan kemandirian energi kian nyata. Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto, pada Senin (12/1).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ia memastikan RI tak lagi mengimpor solar.
“Sementara untuk solar, tahun ini alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden, maka mulai yang sekarang kita bicara ini, Pak, tidak ada lagi impor solar untuk insya Allah ke depan,” ujar Bahlil dalam acara Peresmian RDMP Kilang Balikpapan.
Ia menjelaskan, kebutuhan solar nasional saat ini mencapai sekitar 38 juta kiloliter per tahun, seiring implementasi kebijakan B40 hingga B60. Dengan tambahan kapasitas dari RDMP Balikpapan, produksi dalam negeri meningkat signifikan.
“Sekarang dengan ini, kita menambah kurang lebih hampir 5 juta kiloliter. Impor kita tinggal 5 juta, Pak. Jadi sudah tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta kiloliter, itu solar untuk C48,” jelasnya.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menandai berakhirnya ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. Bahkan, Indonesia mulai memiliki kelebihan pasokan untuk kebutuhan spesifikasi tertentu.
Meski demikian, Bahlil mengakui masih terdapat impor terbatas untuk solar dengan kualitas tinggi. Saat ini, impor solar C51 tercatat sekitar 600 ribu kiloliter. Namun, hal tersebut ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.
“Sementara C51 impor kita itu hanya 600 ribu kiloliter. Nanti di semester kedua, Pertamina saya minta untuk membangun agar tidak kita impor,” tegasnya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara langsung Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang menelan investasi mencapai sekitar USD 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun, pada Senin (12/1).
RDMP Kilang Balikpapan merupakan RDMP terbesar di Indonesia yang kapasitasnya telah bertambah menjadi 360 ribu barel dari sebelumnya 260 ribu barel per hari.
Kehadiran RDMP Balikpapan ini telah menyerap sebanyak 24.000 tenaga kerja. Adapun nilai TKDN-nya telah mencapai 30 persen dan kontribusi Produksi Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 514 triliun per tahun.
Tag: #rdmp #kilang #balikpapan #diresmikan #prabowo #bahlil #pastikan #lagi #impor #solar