Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Prabowo demi Petani
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sekti Wahyu Trenggono, memantau proses panen raya di area persawahan Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden)
15:24
7 Januari 2026

Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Prabowo demi Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku kerap menjual nama Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Jaksa Agung S.T. Burhanuddin.

Pengakuan itu Amran sampaikan saat memaparkan capaian swasembada beras 2025 di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Amran menyebut tindakan tersebut dilakukan demi kepentingan sekitar 160 juta petani di Indonesia.

Amran lalu menceritakan peran besar tentara dalam mendukung sektor pangan. Ia menyebut keterlibatan TNI sering kali terjadi tanpa banyak pertanyaan.

“Enaknya TNI, Bapak Presiden, tidak tahu judul, siap dilaksanakan. Di situlah saya bangga,” ujar Amran.

Menurut Amran, pada momen itulah ia sering membawa-bawa nama Presiden Prabowo saat berkoordinasi.

“Izin Bapak Presiden, saya sering juga menjual nama Bapak. Lebih baik aku dimaafkan,” kata Amran, disambut tawa hadirin.

“Ini perintah Bapak’, (dijawab) ‘siap dilaksanakan’. Padahal judulnya belum jelas,” lanjut Amran.

Cerita serupa juga ia sampaikan terkait koordinasi dengan Kapolri dan Jaksa Agung. Nama pimpinan lembaga penegak hukum itu kerap ia sebut saat menghadapi praktik curang dalam distribusi pupuk.

Amran mengaku menemukan banyak distributor dan pengecer menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi. Praktik tersebut ditindaklanjuti dengan pencabutan 2.300 izin distributor sepanjang 2025.

Sebagian kasus bahkan dibawa ke ranah hukum.

“Pak Jaksagung, terima kasih. Tahu Pak, aku jual namanya Bapak sering di lapangan. Jadi aku minta maaf hari ini. Bahwa ini perintah Jaksa harus ditangkap,” ujar Amran.

Hingga kini, Amran mencatat sudah ada 76 orang tersangka terkait praktik curang di sektor pertanian. Para tersangka berasal dari internal Kementerian Pertanian maupun pihak swasta.

“Dari dalam, kementerian-kementerian ada 193. Satu tahun kami, eh 192. Pejabat kementerian kami copot, ada kami pecat, ada yang masuk penjara,” tutur Amran.

Amran menegaskan tidak memberi toleransi bagi pengusaha atau pegawai Kementerian Pertanian yang merugikan petani. Penindakan, menurut dia, akan terus berlanjut.

“Jadi kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden, kamu harus dicopot. Jadi hanya menjalankan perintahnya, Pak, itu Bapak Presiden,” kata Amran.

Tag:  #mentan #amran #akui #kerap #jual #nama #prabowo #demi #petani

KOMENTAR