Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
14:23
6 Januari 2026

Purbaya Pede IHSG dan Rupiah Aman di Tengah Konflik AS-Venezuela

Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya yakin ekonomi Indonesia aman meskipun ada konflik penangkapan Presiden Venezuela oleh AS.
  • IHSG dan nilai tukar Rupiah menunjukkan pergerakan positif, bertentangan dengan antisipasi dampak konflik tersebut.
  • Amerika Serikat mengambil alih industri minyak Venezuela setelah penangkapan Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri kalau kondisi ekonomi Indonesia tetap aman di tengah konflik Amerika Serikat dan Venezuela.

Menkeu Purbaya sempat heran karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak positif ketika Presiden AS Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan? Jadi mereka melihat justru sedikit positif kan? Agak aneh sebetulnya. Tapi itu yang dilihat pasar," kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2025).

Selain itu, Purbaya juga menilai kalau pergerakan nilai tukar Rupiah juga bakal menguat di tengah konflik AS-Venezuela.

"Harusnya positif," lanjut dia.

Bendahara Negara juga menilai kalau saat ini Venezuela tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Ia menyebut kalau kapasitas produksi negara itu masih terbatas.

"Harga minyak kan? kalau mungkin di short run mungkin akan turun suplainya. Tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska. Jadi enggak pengaruh ke suplai, dan ke depan kalau memang dijalankan peningkatan produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak, suplai minyak dunia," beber dia.

Lebih lagi secara geografis, Venezuela letaknya agak jauh dari Indonesia. Purbaya menyebut kalau RI mesti terus memelihara kekuatan dalam negeri.

"Itu kan jauh dari negara kita. Anda maunya apa? Jadi gini, artinya kita mesti selalu memelihara kekuatan kita. Itu saja," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dalam operasi militer dibawah kendali Presiden AS Donald Trump. Nicolas Maduro ditangkap di negaranya pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat.

Nicolas Maduro dituduh sebagai otak di balik "Cartel de los Soles", sebuah jaringan yang diduga menyelundupkan ribuan ton kokain ke Amerika Serikat dengan bantuan gerilya Kolombi. Hal itu berdasarkan dakwaan Departemen Kehakiman AS tahun 2020.

Selain melakukan penangkapan, militer AS juga meluncurkan serangan udara presisi yang tidak hanya menghantam ibu kota, tetapi juga melumpuhkan titik-titik strategis di Negara Bagian Miranda, La Guaira, dan Aragua.

Usai melakukan penangkapan Trump mengumumkan akan mengambil alih seluruh industri minyak di Venezuela dengan mengirimkan perusahaan-perusahaan raksasa dari negaranya.

"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump.

Editor: Dicky Prastya

Tag:  #purbaya #pede #ihsg #rupiah #aman #tengah #konflik #venezuela

KOMENTAR