Bagi Voucher Kompensasi 1,69 Triliun Won, e-Commerce Korsel Dikritik
Perusahaan electronic commerce (e-commerce) di Korea Selatan (Korsel), Coupang (CPNG.N) dikritik anggota DPR setelah mengumumkan akan membagikan kompensasi sebesar 1,69 triliun won.
Adapun biaya itu digelontorkan sebagai bentuk ganti rugi atas kasus kebocoran data 33,7 juta pengguna beberapa waktu sebelumnya.
Melansir dari Reuters, Manajemen Coupang menyatakan, dengan kompensasi itu, setiap user akan mendapatkan voucher perusahaan senilai 50.000 won.
Wacana tersebut disampaikan setelah pendiri Coupang, Kim Bom, meminta maaf kepada publik atas kasus kebocoran data pada bulan lalu dan berjanji mempercepat pemberian kompensasi.
Adapun Kim sudah sempat dipanggil DPR Korsel untuk hadir dalam sidang parlemen. Namun, ia menolak.
Alih-alih mereda, wacana pemberian kompensasi berupa voucher itu justru mengundang kritik karena hanya bisa digunakan untuk berbelanja di Coupang.
Anggota DPR dari Partai Demokrat Korsel, Choi Min-hee, melalui akun media sosial Facebooknya mengkritik langkah Coupang Karena menawarkan kompensasi berupa voucher untuk layanan yang kurang populer.
Choi yang merupakan Ketua Komite Sains, Teknologi Informasi, Penyiaran, dan Komunikasi Majelis Nasional mencurigai kebijakan Coupang hanya bertujuan mengubah krisis menjadi peluang bisnis.
Terpisah, Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea, menilai kebijakan Coupang itu merendahkan konsumen dan meremehkan bahaya kebocoran data.
Mereka bahkan menilai peristiwa itu justru dijadikan sebagai alat pemasaran untuk mendongkrak pembelian, alih-alih benar-benar menjadi bentuk ganti rugi.
Sementara itu, pihak Coupang memutuskan tidak menanggapi kritik tersebut.
Tag: #bagi #voucher #kompensasi #triliun #commerce #korsel #dikritik