10 Kebiasaan Frugal Living yang Perlu Dimulai pada 2026
- Hidup hemat atau frugal living kini mengalami pergeseran makna. Pada 2026, frugal living tidak lagi identik dengan penghematan ekstrem atau hidup serba kekurangan, melainkan tentang kesadaran, ketahanan, dan membangun kehidupan yang terasa lebih aman di tengah ekonomi yang sulit diprediksi.
Kenaikan biaya hidup, banyaknya langganan digital, serta pengeluaran berbasis kemudahan tanpa disadari telah menggerus keuangan banyak rumah tangga. Padahal, kebiasaan kecil yang realistis tetap bisa memberi dampak besar bagi kondisi finansial.
Dikutip dari New Trader U, Sabtu (3/1/2026), berikut 10 kebiasaan frugal living yang relevan untuk diterapkan pada 2026 dan dapat mengubah cara seseorang memandang uang.
1. Membeli Lebih Sedikit, tetapi Berkualitas
Salah satu kebiasaan frugal living paling kuat adalah berhenti mengejar harga murah dan mulai mengutamakan nilai. Produk termurah sering kali berujung pada penggantian dan perbaikan berulang, yang justru menambah biaya.
Pada 2026, hidup hemat berarti memilih barang yang tahan lama, fungsional, dan berdesain sederhana.
Memiliki lebih sedikit barang berkualitas membantu mengurangi penumpukan, menghemat uang dalam jangka panjang, dan memberi kepuasan yang tak didapat dari belanja impulsif.
2. Memasak Menu Sederhana yang Bisa Diulang
Memasak di rumah tetap menjadi kebiasaan frugal yang efektif, asalkan dilakukan secara praktis. Tidak diperlukan resep rumit atau kemampuan memasak tingkat tinggi.
Dengan mengandalkan menu sederhana yang bisa diulang, belanja bahan makanan menjadi lebih terprediksi, limbah makanan berkurang, dan godaan memesan makanan dari luar ikut menurun.
Pada 2026, memasak yang hemat adalah memasak yang mendukung rutinitas harian, bukan menjadi beban.
3. Memperlakukan Langganan sebagai Tagihan Bulanan
Langganan digital kerap menguras keuangan karena mudah terlewat. Layanan streaming, aplikasi, keanggotaan, hingga perangkat lunak sering kali terasa kecil jika dilihat satu per satu.
Kebiasaan frugal living yang penting adalah meninjau ulang langganan secara berkala dan mempertahankan hanya yang benar-benar digunakan. Pada 2026, kesadaran finansial berarti tidak membiarkan pembayaran otomatis berjalan tanpa kendali.
4. Merawat dan Memperpanjang Usia Barang
Budaya mengganti barang dengan cepat berlawanan dengan prinsip frugal living. Merawat barang yang dimiliki jauh lebih murah dibanding terus membeli yang baru.
Kebiasaan sederhana seperti memperbaiki pakaian, membersihkan peralatan, dan menyimpan barang dengan benar dapat memperpanjang usia pakainya. Pada 2026, memperbaiki bukan tanda ketinggalan zaman, melainkan keputusan finansial yang cerdas.
Hidup hemat di 2026 bukan lagi soal menahan diri secara ekstrem. Sepuluh kebiasaan frugal ini menekankan kesadaran, ketahanan finansial, dan ketenangan di tengah ekonomi yang tak menentu.
5. Merencanakan Pembelian, Bukan Reaktif
Belanja impulsif sering dipicu emosi, rasa bosan, atau kemudahan. Kebiasaan frugal living mendorong jeda antara keinginan dan keputusan membeli.
Dengan memberi waktu, banyak keinginan akan hilang dengan sendirinya. Sebagian lainnya bisa diteliti, dibandingkan, atau ditunda hingga harga lebih tepat. Pada 2026, belanja sadar menjadi benteng utama dari penyesalan finansial.
6. Membangun Pola Pikir “Cukup”
Banyak orang mengeluarkan uang berlebih demi mengejar kesempurnaan yang sering ditampilkan di media sosial. Padahal, “cukup” sering kali sudah lebih dari memadai.
Memilih yang fungsional dan praktis dapat menghemat uang sekaligus menurunkan tingkat stres. Pada 2026, frugal living berarti mengutamakan kecukupan dibanding berlebihan.
7. Tetap Sadar Pengeluaran di Era Digital
Meski transaksi semakin digital, kesadaran finansial tetap penting. Hal ini bisa dilakukan dengan memantau pengeluaran, rutin mengecek saldo, dan menetapkan batas belanja.
Pada 2026, kebiasaan frugal living menggabungkan teknologi dengan pengawasan yang disengaja, bukan sekadar mengandalkan sistem otomatis.
8. Menunda Kepuasan Tanpa Merasa Kekurangan
Frugal living bukan berarti menolak selamanya, melainkan belajar berkata “tidak sekarang”. Menunda pembelian memberi ruang finansial dan menekan pengeluaran impulsif.
Ketika urgensi mereda, banyak barang kehilangan daya tariknya. Pada 2026, kemampuan menunggu menjadi keterampilan finansial yang sering diremehkan, tetapi sangat penting.
9. Menjalani Gaya Hidup Lebih Sederhana
Hidup frugal sering kali terlihat lebih tenang dan minim kepemilikan. Lebih sedikit barang dan pengeluaran menciptakan ruang bernapas yang tidak selalu bisa dibeli dengan uang.
Menurunkan ekspektasi bukan berarti menurunkan standar, melainkan menyelaraskan hidup dengan hal yang benar-benar penting. Pada 2026, kesederhanaan semakin dipandang sebagai bentuk kekayaan.
10. Memandang Frugal Living sebagai Bentuk Penghargaan Diri
Kebiasaan terpenting adalah pola pikir. Frugal living paling efektif jika berangkat dari penghargaan terhadap diri sendiri, bukan rasa takut.
Mengelola uang dengan sadar adalah cara menghargai waktu dan tenaga yang telah dicurahkan. Pada 2026, hidup frugal living dipahami sebagai bentuk perlindungan diri, bukan pembatasan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan kenaikan biaya hidup, frugal living kini menjadi strategi untuk menjaga stabilitas keuangan. Kebiasaan ini membantu menekan stres dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan finansial.
Dengan pengeluaran yang disengaja, seseorang lebih siap menghadapi biaya tak terduga tanpa kepanikan dan membuat keputusan dari posisi yang lebih percaya diri.
Frugal living pada 2026 bukan tentang rasa bersalah atau kehilangan kebahagiaan. Ini tentang membuat pilihan yang bijak dan merancang hidup yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.
Tidak perlu menerapkan semua kebiasaan sekaligus. Memulai dari satu atau dua kebiasaan sudah cukup untuk menciptakan perubahan nyata. Seiring waktu, langkah kecil ini membangun ketenangan dan kejelasan finansial.
Tag: #kebiasaan #frugal #living #yang #perlu #dimulai #pada #2026