BGN Pastikan Keracunan di Purworejo Tak Terkait Program Makan Bergizi
Sejumlah ambulan saat menjemput pasien keracunan di Trirejo, Loano, Purworejo. (Dok PMI Purworejo )
19:28
17 Februari 2026

BGN Pastikan Keracunan di Purworejo Tak Terkait Program Makan Bergizi

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kejadian puluhan warga yang mengalami gejala keracunan makanan di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tidak berkaitan dengan Program Makan Bergizi (MBG).

Kepala Regional SPPI Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan kejadian tersebut tidak berasal dari dapur atau fasilitas yang terkait dengan Program Makan Bergizi.

“Kami telah melakukan penelusuran dan memastikan bahwa peristiwa ini tidak berasal dari SPPG milik BGN. Kegiatan tersebut merupakan acara kenduri masyarakat dengan konsumsi dari katering yang dipesan secara mandiri,” ujar Reza, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Kepala SPPG Diminta Awasi MBG Sampai Distribusi, BGN Siap Suspend Mitra

Posko sementara keracunan massal di Trirejo, Loano, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO Posko sementara keracunan massal di Trirejo, Loano, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

Menurut Reza, sejumlah warga yang mengalami gejala langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Tenaga kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo melakukan pemeriksaan dan pemantauan kondisi warga, serta mengidentifikasi kemungkinan sumber makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

Sebagian warga menjalani perawatan, sementara puluhan lainnya telah diperiksa dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Reza menambahkan, hal ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, khususnya yang mengaitkan kejadian tersebut dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga: Wajibkan Dapur MBG Serap Sayur Binaan Lapas, BGN: Tolak, Kami Tutup

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan agar penyebab kejadian ini dapat dipastikan secara ilmiah dan transparan,” jelasnya.

BGN juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Sejumlah ambulan saat menjemput pasien keracunan di Trirejo, Loano, Purworejo. Dok PMI Purworejo Sejumlah ambulan saat menjemput pasien keracunan di Trirejo, Loano, Purworejo.

Menurutnya, penyampaian informasi yang tepat dan berbasis fakta penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Baca juga: Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani

BGN menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan pangan dan tidak terkait dengan kejadian yang terjadi di luar lingkup operasional program tersebut.

Peristiwa keracunan makanan

Adapun sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi setelah warga mengonsumsi makanan dari katering dalam acara kenduri atau selamatan Ruwahan yang diselenggarakan secara mandiri oleh masyarakat.

Berdasarkan kronologi awal, makanan yang dikonsumsi warga berupa nasi kotak yang dipesan dari katering RM H. Dargo Purworejo.

Menu yang disajikan meliputi nasi putih, sambal goreng tempe, sambal goreng ampela ati, perkedel kentang, ayam goreng, serta telur puyuh.

Baca juga: BGN: Pengawas Wajib Periksa Bahan Baku Sebelum Masak MBG

Sehari setelah acara yang berlangsung pada Minggu (15/2/2026), sejumlah warga mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing.

Tag:  #pastikan #keracunan #purworejo #terkait #program #makan #bergizi

KOMENTAR