Harga Cabai Rawit di Kepulauan Seribu Tembus Rp 120.000, Perlu Intervensi
Ilustrasi cabai rawit. Cabai mengandung capsaicin yang bermanfaat bagi metabolisme, gula darah, dan pencernaan jika dikonsumsi secara teratur dan sesuai toleransi tubuh, menurut berbagai penelitian.(SHUTTERSTOCK/VERRA WIDHI)
21:44
17 Februari 2026

Harga Cabai Rawit di Kepulauan Seribu Tembus Rp 120.000, Perlu Intervensi

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan harga cabai rawit merah di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mencapai Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Budi Waryanto mengatakan, temuan lapangan itu melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di angka Rp 40.000 sampai Rp 57.000 per kilogram.

Tingginya harga cabai rawit merah tersebut menurutnya perlu diintervensi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) guna menekan ongkos logistik menjelang Ramadhan.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Disebut Mulai Turun

Ilustrasi cabai rawit UNSPLASH/TANUSHREE RAO Ilustrasi cabai rawit

Intervensi melalui FDP

"FDP kita dorong untuk menekan harga cabai yang mengalami fluktuasi menjelang momentum puasa ini,” kata Budi dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).

Adapun Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mencakup Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang yang dihuni 17.817 jiwa, setara 61 persen dari total populasi Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Kondisi geografis itu membuat Kepulauan Seribu Utara mengandalkan distribusi transportasi laut.

Akibatnya, biaya logistik pengiriman barang bertambah hingga Rp 10.000 per karung dari daratan Jakarta Utara.

Baca juga: Bapanas Ungkap Penyebab Harga Cabai Tembus Rp 80.000 per Kg

“Jika FDP diterapkan sejak dari Pasar Induk Kramat Jati, maka penurunan harga dapat terjadi dalam dua tahap, mulai dari sentra pasok hingga sampai ke konsumen di wilayah kepulauan," ujar Budi.

Selain FDP, Bapanas juga mendorong penyediaan gudang penyimpanan di Kepulauan Seribu yang didukung pemerintah daerah. “Keberadaan gudang ini akan memperkuat buffer stock pangan strategis serta dapat melibatkan Perum Bulog maupun BUMD pangan," tambahnya.

Ilustrasi cabai rawit merahSHUTTERSTOCK/Seplin1989 Ilustrasi cabai rawit merah

Harga cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi

Menurut Budi, intervensi harga pangan melalui instrumen FDP sesuai dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang terus menekankan harga pangan tidak boleh melonjak menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Sementara harga di Kepulauan Seribu tinggi, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang justru menunjukkan tren penurunan.

Baca juga: Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Naik hingga 75 Persen di Pasar Legi Blitar

Pedagang di pasar itu, Iim, mengatakan harga cabai rawit merah saat ini Rp 75.000 sampai Rp 80.000 per kilogram, turun dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Sekarang saya jual kisaran Rp 75.000 sampai Rp 80.000 per kilogram, sebelumnya Rp 90.000 lebih per kilogram,” ujar Iim, Selasa.

Merujuk laporan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional harga cabai rawit merah per 13 Februari 2026 di angka Rp 73.609 per kilogram.

Tag:  #harga #cabai #rawit #kepulauan #seribu #tembus #120000 #perlu #intervensi

KOMENTAR