Bapanas: Indonesia Swasembada Beras, Stok Awal Tahun 12,5 Juta Ton
- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut, Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 2025.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan stok beras di akhir tahun 2025 sangat banyak dan menjadi stok awal tahun 2026.
Berdasarkan data Bapanas dari kementerian/lembaga terkait, stok awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton.
Jumlah itu sudah mencakup stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Bulog sebesar 3,248 juta ton; stok beras nasional di rumah tangga produsen dan konsumen; penggilingan; pedagang; hotel; restoran; serta katering.
"Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026, sangat tinggi dan sangat aman,” kata Ketut dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026) malam.
Menurut Ketut, capaian stok 12,529 juta ton beras di awal tahun meningkat 203,05 persen dibanding stok awal tahun 2024. Saat itu, stok beras awal tahun berada di angka 4,134 juta ton.
Sementara, stok awal tahun 2025 berada di angka 8,402 juta ton atau naik 49,12 persen.
Berdasarkan perkiraan Bapanas, stok 12,529 juta ton di awal tahun bisa memenuhi kebutuhan pangan selama 5 bulan di 2026.
Perhitungan itu bertolak pada asumsi kebutuhan beras 2.591 juta ton per bulan.
Sementara, proyeksi produksi beras di 2026 berada di kisaran 34,7 juta ton.
Berdasarkan perhitungan itu, stok beras nasional di akhir tahun 2026 nanti diperkirakan 16,194 juta ton.
“Ini berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian beserta stakeholder lainnya,” tutur Ketut.
Lebih lanjut, Ketut menyebut arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman pada 2026 Indonesia tidak perlu mengimpor beras.
Komitmen untuk tidak membuka keran impor itu melanjutkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani..
“Karena tahun 2025 juga tidak ada impor. Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ujar Ketut.
Adapun kebijakan menutup keran impor beras umum dan beras bahan baku industri diputuskan dalam rapat penetapan Neraca Komoditas Tahun 2026.
Forum yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan itu memastikan pemerintah tidak mengimpor beras umum.
Pemerintah juga tidak membuka keran impor beras industri dan meminta para pengusaha memaksimalkan bahan baku dari beras lokal berupa beras pecah dan beras ketan pecah.
Sementara itu, Amran yang juga menjabat Menteri Pertanian mengaku yakin stok beras nasional sangat aman.
Menurutnya, stok beras masih cukup hingga momen Ramadhan dan Idul Fitri beberapa bulan mendatang.
"Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada sangatnya, (stok kita) sangat aman,” tutur Amran.
Ia menyebut, tanpa mengimpor beras stok CBP di Bulog mencapai 3 juta ton lebih, tertinggi sepanjang sejarah.
Selain itu, kata dia, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk menjaga petani.
Presiden menegaskan petani di Indonesia tidak boleh rugi dan harus sejahtera.
“Mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan secara luas bagi kebutuhan masyarakat Indonesia," tegas Amran.
L
Tag: #bapanas #indonesia #swasembada #beras #stok #awal #tahun #juta