Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan realisasi sektor ESDM dan PNBP pada 2025 gagal capai target. [Antara]
19:12
17 Februari 2026

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan nilai impor energi Indonesia mencapai Rp 520 triliun per Selasa (17/2/2025).
  • Bahlil menekankan pentingnya terobosan produksi minyak domestik untuk mengurangi ketergantungan impor energi saat ini.
  • Pemerintah berencana meningkatkan produksi melalui tender 110 blok migas baru serta intervensi teknologi sumur tua.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut nilai impor untuk sektor energi seperti BBM dan gas  mencapai Rp 520 triliun. Dengan besar nilai impor tersebut, importir menurutnya menjadi pihak yang yang paling diuntungkan. 

"Sekarang kita impor 1 juta barel per day.  Total impor kita 520 triliun untuk energi,  baik BBM, crude, dan LPG," kata Bahlil yang dikutip dari kanal You Tube HIPMI TV pada Selasa (17/2/2025). 

Bahlil pun menilai bahwa ketergantungan terhadap impor itu harus segera ditekan dengan melakukan terobosan untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri. 

Fasilitas Terminal BBM Tanjung yang terintegrasi dengan RDMP Balikpapan. [ist]. PerbesarFasilitas Terminal BBM Tanjung yang terintegrasi dengan RDMP Balikpapan. [ist].

"Jangan pernah kita bermimpi, akan menjadi swasembada energi, kalau tidak kita melakukan terobosan," tegasnya. 

Tercatat realisasi lifting minyak nasional pada 2025 mencapai 605.300 barel per hari atau 100,05 persen dari target yang ditetapkan pada APBN 2025. Angka itu masih tertinggal jauh, dibanding dengan lifting minyak pada periode 1996-1997 yang berada di kisaran 1,6 juta barel per hari. 

Menurutnya, ketidakmampuan untuk mencapai swasembada energi hanya akan menguntungkan para importir. 

"Dan importir-importir ini adalah yang paling mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," tutur Bahlil. 

Dia pun mengungkap sejumlah tantangan, salah satu sumur-sumur minyak yang ada sudah tua sehingga tidak lagi produktif. Bahlil mencatat dari total 39.000 hingga 40.000 sumur yang ada, hanya 17.000 hingga 18.000 sumur yang beroperasi. 

Untuk itu, ditegaskannya guna meningkatkan kembali produksinya harus dilakukan intervensi melalui pemanfaatan teknologi. 

Bahlil mengungkap, saat ini sejumlah upaya tengah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak nasional, salah satunya mendorong eksekusi sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). 

Bersamaan dengan itu, Kementerian ESDM akan membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru. Bahlil pun mengajak agar pengusaha turut berpartisipasi dalam tender tersebut. 

"Ini kalau pengusaha HIPMI, kalian bermain  minyak, ini 110 blok baru. Ini untuk mendorong ketahanan energi, swasembada energi," pungkasnya.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #bahlil #kesel #importir #menang #banyak #saat #senang #impor

KOMENTAR