Tarif Pasta Italia ke AS Tak Jadi Melonjak 107 Persen
– Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) berencana memangkas secara signifikan tarif yang akan diberlakukan terhadap produk pasta dari sejumlah produsen Italia pada akhir tahun ini.
Sebelumnya, produk dari Uni Eropa telah dikenakan tarif minimal 15 persen. Pada Oktober lalu, Departemen Perdagangan AS mengusulkan tarif khusus pasta sebesar 92 persen, yang membuat total tarif pasta Italia mencapai 107 persen.
Namun, dalam laporan pasca-penetapan awal yang dipublikasikan pada Rabu (31/12/2025), Departemen Perdagangan AS menyatakan tarif tersebut akan diturunkan menjadi kisaran 24 persen hingga 29 persen.
Tarif final dijadwalkan diumumkan pada 12 Maret 2026. Kementerian Perdagangan AS menyebut penurunan tarif itu merupakan hasil investigasi atas dugaan praktik dumping, yakni penjualan pasta dengan harga yang dinilai tidak wajar.
Dikutip dari CNN, Sabtu (3/1/2026), seorang pejabat Kementerian Perdagangan AS mengatakan rekomendasi penurunan tarif dilakukan setelah adanya “evaluasi atas komentar tambahan yang diterima setelah penetapan awal.”
“Irgan produsen pasta Italia telah menjawab banyak kekhawatiran Departemen Perdagangan yang disampaikan dalam penetapan awal, dan ini mencerminkan komitmen kami terhadap proses yang adil dan transparan,” kata pejabat tersebut.
Potensi tarif ini berdampak pada 13 produsen pasta asal Italia. Kebijakan tersebut berawal dari pengaduan antidumping yang diajukan dua perusahaan Amerika Serikat, yakni 8th Avenue Food & Provisions dan Winland Foods, kepada Departemen Perdagangan AS pada Juli tahun lalu.
Dalam pengaduan itu, kedua perusahaan yang berbasis di wilayah Midwest menuduh sejumlah produsen Italia menjual pasta ke pasar AS dengan harga lebih rendah dari harga wajar.
Hasil investigasi awal yang dirilis pada September menyebut dua perusahaan Italia, La Molisana dan Pastificio Lucio Garofalo, menjual pasta ke AS “di bawah nilai normal.”
Keduanya juga dinilai tidak kooperatif serta memberikan data yang “tidak lengkap dan tidak dapat diandalkan.”
Departemen Perdagangan AS menyatakan kedua perusahaan tersebut menyumbang volume penjualan pasta terbesar ke Amerika Serikat. Hingga kini, keduanya belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNN.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan peninjauan ulang tarif itu menunjukkan pengakuan otoritas AS atas sikap kooperatif perusahaan-perusahaan Italia.
“Penetapan ulang tarif ini menjadi tanda pengakuan otoritas Amerika Serikat atas kesediaan perusahaan kami untuk bekerja sama,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Italia pada Kamis.