Rel Kereta di Aceh Rusak akibat Banjir-Longsor, Perbaikan Mulai Januari 2026
Kerusakan Desa Bungkah, Aceh Utara, rumah hancur, jalan putus, rel kereta api terbalik, Jumat (19/12/2025). (KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)
17:36
31 Desember 2025

Rel Kereta di Aceh Rusak akibat Banjir-Longsor, Perbaikan Mulai Januari 2026

- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melaporkan sejumlah jalur rel kereta api di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor akhir November lalu.

Perbaikan rel-rel kereta tersebut akan mulai dilakukan pada Januari 2026.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, untuk tahap awal akan dilakukan verifikasi dan pendataan tingkat kerusakan jalur rel yang terdampak bencana, serta perencanaan perbaikannya.

Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono memberi keterangan pada wartawan di Stasiun LRT Velodrome, Jumat  (21/6/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono memberi keterangan pada wartawan di Stasiun LRT Velodrome, Jumat (21/6/2019).

"Aceh belum, kan butuh diverifikasi lagi, diinventarisasi. Segera, bulan depan kita mulai kajiannya untuk melihat yang rusak seberapa banyak," ujarnya ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, kerusakan rel di Aceh tidak terlalu berdampak pada aktivitas masyarakat. Pasalnya, jalur kereta api di wilayah tersebut memang belum ramai digunakan sebelum bencana terjadi.

"Sebelum bencana, rel aktif di Aceh berapa kilometer sih, dan sehari melayani berapa penumpang? Tapi ini akan tetap kami perbaiki, nanti kami hitung," ucap Allan.

Sementara untuk wilayah lain di luar Aceh, seperti Sumatera Utara (Sumut), dia bilang perbaikan jalur rel yang sempat terdampak banjir telah rampung. Saat ini, layanan perkeretaapian di wilayah tersebut sudah kembali normal.

"Sumatera Utara tidak ada kendala, sudah melayani lagi seperti sebelum bencana. Jadi Sumatera Utara sempat terendam, kan sudah diperbaiki, yang belum memang Aceh," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, jalur kereta api di sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumatera mengalami kerusakan berat akibat tersapu banjir.

BERITA FOTO - Kerusakan Desa Bungkah, Rumah Hancur, Jalan Putus, Rel Kereta Api Terbalik. FOTO DAN PENULIS: Masriadi SamboKOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO BERITA FOTO - Kerusakan Desa Bungkah, Rumah Hancur, Jalan Putus, Rel Kereta Api Terbalik. FOTO DAN PENULIS: Masriadi Sambo

Menurutnya, Kemenhub masih melakukan survei untuk menghitung tingkat kerusakan jalur rel kereta api yang terdampak banjir.

"Terkait dengan kereta, memang kami masih melakukan survei, karena memang cukup parah untuk jalur kereta api," kata Dudy dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Selain jalur kereta api, Dudy menyebut kerusakan juga terjadi pada fasilitas keselamatan transportasi darat, seperti penerangan jalan.

Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana tersebut setelah akses jalan nasional kembali terbuka.

"Kami sudah mengalokasikan untuk di anggaran kami. Insyaallah, begitu jalan-jalan nasional sudah terbuka, maka kami akan melakukan perbaikan atau pengadaan untuk penerangan jalan maupun aspek-aspek keselamatan yang ada di darat," tutur Dudy.

Tag:  #kereta #aceh #rusak #akibat #banjir #longsor #perbaikan #mulai #januari #2026

KOMENTAR